BOSF: Listrik Hijau Hadir di Samboja Lestari

Pusat Rehabilitasi Orangutan dan Rehabilitasi Lahan Yayasan BOS di Samboja Lestari, Kalimantan Timur, kini memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan listrik dengan cara yang lebih ramah lingkungan dengan adanya fasilitas pembangkit listrik tenaga surya baru. Fasilitas ini dibangun dengan bantuan penggalangan dana oleh sebagian organisasi mitra internasional.

Setelah bertahun-tahun mengandalkan pengadaan listrik yang dihasilkan dari generator berbahan bakar fosil, BOS Foundation akhirnya kini mampu menyediakan listrik dengan cara yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dua dari enam organisasi mitra internasional Yayasan BOS, yaitu BOS Swiss dan BOS Australia, berkenan mendanai pembangunan sebuah pembangkit listrik tenaga surya yang mampu menghasilkan sampai 272 kVa.

Pasokan listrik sebesar ini dianggap memadai untuk memenuhi kebutuhan listrik sejumlah fasilitas penting, seperti klinik, kompleks orangutan, dan Samboja Lodge di malam hari.

“Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi yang besar, dan secara geografis sesuai untuk pemanfaatan energi terbarukan. Swiss memiliki komitmen untuk mengembangkan proyek Pengembangan Keterampilan Energi Terbarukan (RESD)’ melalui desain, perencanaan, pemasangan, pengoperasian, dan pemeliharaan pembangkit listrik energi terbarukan yang kompeten, dengan staf berkualifikasi yang relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Negara kami menantikan beroperasinya IKN Nusantara yang direncanakan untuk menjadi kota yang ramah lingkungan. Proyek pembangkit listrik tenaga surya di Pusat Rehabilitasi Orangutan BOSF ini kami nilai ideal untuk beralih dari penggunaan bahan bakar fosil menuju pemanfaatan energi bersih di masa depan,” kata Deputy Ambassador Switzerland untuk RI, Philip Strub, melalui keterangan tertulis, Jumat, 22 April 2022.

Fasilitas pembangkit listrik tenaga surya diberi nama Tony Gilding Solar Plaza. Dimulai dibangun sejak 5 Februari 2021.

Sebelumnya, kebutuhan listrik di Samboja Lestari dipenuhi melalui penggunaan generator yang ditenagai bahan bakar minyak.

Selain hal ini mengakibatkan besarnya konsumsi bahan bakar setiap bulan, Yayasan BOS juga merasa perlu menempuh cara yang lebih ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan listriknya.

Perwakilan BOS Switzerland Moritz Wyss, mengaku bangga melihat partisipasi aktif organisasinya berhasil membantu Yayasan BOS beroperasi secara lebih hijau.

“Kami selalu mendukung setiap inisiatif untuk meningkatkan upaya pelestarian orangutan dan habitatnya dalam cara yang lebih ramah lingkungan. Saya yakin pengadaan listrik dengan sumber energi berkelanjutan seperti ini membantu pelaksanaan operasional sehari-hari di pusat rehabilitasi yang besar ini, dan pekerjaan rekan-rekan di Samboja Lestari semakin efektif dan efisien,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Pengurus BOS Foundation Jamartin Sihita, menyambut baik tersedianya listrik bertenaga surya ini.

“Karena kondisi yang terbatas, kami selama ini masih menggunakan bahan bakar fosil untuk menghasilkan listrik. Cara ini tentu menghasilkan emisi, namun kini kami punya pilihan yang lebih baik. Selama ini kami harus menyediakan dana sebesar Rp30-60 juta sebulan untuk membeli bahan bakar untuk genset. Keberadaan solar plaza ini tentu bisa membantu menekan anggaran untuk kami maksimalkan di aspek lain dalam kegiatan operasional kami. Saya harapkan tim di Samboja Lestari mampu memanfaatkan keberadaan pembangkit listrik ini dan meningkatkan kinerja mereka dalam melestarikan orangutan dan habitatnya,” ungkapnya.

Samboja Lestari, Program Reintroduksi Orangutan BOS Foundation di Kalimantan Timur. [Bosf]

Pembangkit listrik tenaga surya ini dihiasi dengan mural karya Trio Kune Studio Collective yang berhasil memenangkan sayembara yang digelar oleh Yayasan BOS dengan dukungan BOS Australia dan BOS Swiss bulan Agustus tahun lalu. Mural ini mempertegas pesan terkait upaya perlindungan dan pelestarian orangutan dan habitatnya yang ditempuh oleh Yayasan BOS.

Pusat Rehabilitasi Orangutan dan Rehabilitasi Lahan Samboja Lestari saat ini merawat 124 orangutan dan 71 beruang madu, yang melibatkan 146 karyawan yang bertanggung jawab menjaga dan mengelola wilayah seluas 1.800 hektar.

Terkait pembangunan dan peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya Tony Gilding ini, Yayasan BOS berterima kasih atas dukungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia beserta jajarannya, dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas dukungan dari organisasi mitra global kami yaitu BOS Australia, dan BOS Switzerland.

Yayasan BOS juga menyampaikan apresiasi tertinggi bagi seluruh pihak yang selama ini mendukung upaya pelestarian orangutan dan habitatnya. (Sumber: BOSF)

Editor: Maulana

Bagikan:

About The Author

Reply