Cara Sebuah Kampung di Senipah Menyongsong IKN

Mediaetam com, Tenggarong – Wacana Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur menjadi angin segar. Terutama di Kabupaten Kutai Kartanegara yang wilayahnya akan masuk dalam IKN. Daerah yang bakal terdampak IKN pun menyiapkan komoditas terbaiknya untuk bersaing.

Salah satu daerah yang diproyeksi masuk ke daerah penyangga IKN adalah Kampung Kamal, Desa Senipah, Kecamatan Samboja. Kampung ini pun sudah bersiap. Hal ini diungkapkan Sekertaris Kelurahan Senipah Kecamatan Samboja Andri Wirawan, saat menerima kunjungan para awak media dalam Gathering Jurnalis bersama Diskominfo Kukar, di Kampung Kamal, Senipah, Sabtu (24/10/2020).

“Harus ada persiapan untuk menyambut IKN, salah satunya penyediaan kebutuhan pangan, akan banyak sekian juta orang yang datang di wilayah Kutai Kartanegara kita harus penuhi kebutuhannya,” ucap Andri Wirawan.

Dia melanjutkan, komoditas ini dipersiapkan, karena lahan yang dimiliki kampung ini juga mendukung.

“Kelurahan Senipah, terutama kampung Kamal kita ingin petaninya bisa maju, sehingga kita buat analisis dan program lalu kita bentuk kelompoknya. Di sini ada 4 kelompok, 2 kelompok tani sayur mayur, 2 kelompok peternakan. Mudah-mudahan bisa produktif, dan memenuhi kebutuhan lokal dan ke depannya menjadi salah satu desa yang berperan dalam pemenuhan pangan,” sambungnya.

Saat ini, hasil pangan lokal Kelurahan Senipah sudah didistribusikan ke Pertamina Hulu Mahakam (PHM) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pegawai. Hal ini juga sangat bermanfaat buat masyarakat, karena hasil pertanian dan peternakannya sudah mendapat pasar.

Mereka mengandalkan tomat, pepaya, dan lele untuk jadi komoditas unggulan. Kelurahan Senipah yang menjadi ring 1 dari PHM  juga mendapat bantuan dari PHM untuk program pertanian ramah lingkungan.

“Hal yang kita lakukan sebagai upaya menggerakkan ekonomi masyarakat dan juga menyambut IKN di Kalimantan Timur,” pungkasnya. (Akbar)

Salah satu contoh budidaya ikan lele, milik peternak Kampung Kamal

Bagikan:

About The Author

Reply