Hipertensi Bikin Tak Semua Tokoh Divaksin

 

 

Mediaetam.com, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara gelar Kick Off Vaksinasi Covid-19 bagi 10 orang tokoh Kutai Kartanegara di RSUD AM Parkesit, Kamis (14/1/2021) .

Sepuluh Tokoh di Kukar yang akan Divaksin

Adapun 10 tokoh yang divaksin ialah, Kepala Bappeda Kukar, Dandim 09/06 Tenggarong, Kapolres Kukar, Ketua Kejari Kukar, Wakil Ketua I DPRD Kukar, Ramsyah Perwakilan Perawat, Tokoh Agama Kristen, Perwakilan Majelis Ulama Indonesia Kukar, Kepala Dinas Kesehatan Kukar dan Akbar Haka Perwakilan Influencer.

 

Akan tetapi pasca screening kesehatan, tiga orang tidak dapat divaksin akibat tidak memenuhi persyaratan kesehatan yakni Wakil Ketua I DPRD Kukar, Ramsyah Perwakilan Perawat dan Ketua Kejari Kukar.

Kepala Dinas Kesehatan Kukar Martina Yulianti dan Perwakilan Perawat Ramsyah saat memberikan keterangan pada agenda Kick Off Vaksinasi 10 orang tokoh Kukar, di RSUD AM Parkesit, Kamis, (14/1/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Martina Yulianti mengatakan bahwa tenaga kesehatan yang menjalankan tugas untuk menyuntikkan vaksin telah dilakukan pelatihan.

 

“Minimal tiga dalam tiap pasien kesehatan,” ucapnya.

 

Dirinya juga berpesan kepada tenaga kesehatan di Kukar agar menyukseskan vaksinasi Covid-19 dengan mengajak memberikan pemahaman terhadap masyarakat.

 

“Saya juga sudah divaksin, saya tidak merasa apa-apa,” ucapnya.

 

Dirinya menambahkan, 7 orang yang telah divaksin juga memasuki ruang observasi untuk melihat apakah dalam 30 menit terdapat keluhan atau tanda klinis yang membahayakan bagi pasien disuntik.

 

“Alhamdulillah, tidak ada apa-apa selama 30 menit tadi,” ucapnya.

 

Selain penyuntikan Kick Off Vaksinasi Covid, dirinya menambahkan bahwa beberapa pelayanan kesehatan di Kukar juga sudah melaksanakan kegiatan vaksinasi yaitu Puskemas Muara Wis, Puskemas Kota Bangun dan Rumah Sakit Dayak Kuraja.

 

“Akan terus kita lakukan sampai tenaga kesehatan selesai mengikuti seluruh rangkaian vaksinasi,” ucapnya.

 

Sementara itu Perwakilan Perawat dari Muara Wis Ramsyah yang tidak bisa di vaksin memohon maaf karena tidak bisa ikut divaksin.

 

“Setelah dilaksanakan pemeriksaan tekanan darah saya 160/90,” ucapnya.

 

Jadi dalam hal ini ada salah satu kriteria yang tidak bisa dilakukan vaksin kepada penderita hipertensi.

 

Dirinya mengakui bahwa sebenarnya tidak menderita hipertensi, tetapi dirinya mengaku grogi.

 

“Menyandang 10 tokoh yang akan divaksin, mungkin berpengaruh terhadap diri saya,” ucapnya.

 

Akan tetapi meski tidak divaksin dirinya mengimbau kepada tenaga kesehatan dan perawat agar tetap melasanakn vaksin.

 

“Insyaallah vaksinnya aman dan halal,” ucapnya.

 

Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti arahan pemerintah, menurutnya tidak mungkin negara menyengsarakan rakyatnya. (Akbar).

 

 

Share:

About The Author