Komisi II DPRD Bontang Bahas Ketersediaan 13 komoditas Pangan Strategis

Mediaetam.com, Bontang – Komisi II DRPD Bontang gelar Rapat kerja (Raker) bersama Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang guna mambahas Ketahanan pangan Bulan Ramadhan, di sekretariat DPRD Kota Bontang, Selasa (20/4/2021).

Disampaikan Ketua Komisi II Rustam, Ketersediaan 13 komoditas pangan strategis dilaporkan cukup dalam menghadapi lebaran Idul Fitri 1420 H.

Suasana Rapat kerja (Raker) Komisi II bersama Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang. [Mediaetam.com/Priya Sapto]

“Untuk dibontang sendiri, tidak usah takut akan ketersediaan pangan kita, sudah ada garansi tadi, dari laporan pertanggal 12 April 2021,” ungkapnya

Hal ini pun dibenarkan oleh Plt Kasubag Umum Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan pertanian Evi Sulastri Tanjung.

“Berdasarkan ketersediaan stok komoditas pangan strategis pertanggal 12 April 2021, seperti beras, jagung, bawang merah, bawang putih, Cabe besar, Cabe Rawit, daging sapi/kerbau, daging/telur ayam ras, gula pasir, minyak goreng,“ jelasnya.

Namun diakui Evi, dari 13 komoditas pangan strategis terdapat dua pangan yang kekurangan yakni beras dan cabe rawit, selebihnya berkelebihan.

“Beras dan cabe rawit agak berkurang tapi tetap tersedia, sementara yang lainnya lebih,” ujarnya.

“Kenapa lebih, dari perhitungan kebutuhan rata rata perminggu dengan ketersedian stok ada surplus,” tambahnya.

Ketua komisi II Rustam juga menyinggung soal Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 13 Tahun 2021 tentang pengendalian transportasi selama masa Idul Fitri tahun 2021 untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

“Apakah kebijakan penutupan akses Bandara dan pelabuhan, dapat mempengarui ketersedian pangan,” ujar politisi Golkar ini.

Menjawab hal itu, pelaksana tugas (Plt) Kepala DKP3 Bontang Ali Akbar mengatakan, ketersedian pangan jelang lebaran masih cukup.

Sebab kata dia, kebijakan pemerintah pusat terkait larangan mudik tidak diberlakukan untuk distribusi logistik, akan tetapi diperuntukkan untuk pergerakan masyarakat.

“Untuk barang dan jasa tidak ada penutupan. Regulasi tidak boleh mudik, tetapi setahu kami barang pangan tetap ada,” tandasnya. (Adv/Priya)

Share:

About The Author