Komisi II Tunggu Usulan Petambak Muara Badak untuk Alih Fungsi Balai Latihan Perikanan

Balai Latihan Perikanan milik Pemprov Kaltim yang beralamat di Jalan AM.Thahir, Desa Tanjung Limau, Muara Badak. Ist

 

Samarinda – Penyuluh perikanan di Kecamatan Muara Badak, Subhan berharap keberadaaan fasilitas Balai Latihan Perikanan milik Pemprov Kaltim yang beralamat di Jalan AM.Thahir, Desa Tanjung Limau, Muara Badak seutuhnya digunakan secara maksimal untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat setempat.

 

Pernyataan tersebut, disampaikan Subhan mengingat sejak balai yang berdiri diatas lahan seluas 15 hektar tersebut, selesai dibangun pada 2015 lalu. Dirasa belum membawa dampak optimal, khususnya bagi para petambak di salah satu wilayah pesisir Kukar tersebut.

 

“Ya kami berharap agar balai tersebut di alih fungsikan sebagai sekolah atau politeknik perikanan begitu, sehingga kami para petambak ini, khususnya anak-anak kami bisa belajar disana,” kata Subhan saat ditemui pada Selasa (3/11/2020) lalu.

 

Bukan tanpa alasan, Subhan menyebut potensi perikanan di Muara Badak sendiri memiliki potensi untuk dikembangkan. Terlebih, selama ini budi daya tambak yang mereka lakukan, dikembangkan melalui konsep polikultur, yang dimana dalam satu kolam tambak dapat berisikan rumput laut, udang, kepiting dan ikan bandeng.

 

“Kami memaksimalkan apa yang ada. Semua saling terkait disitu, saling melengkapi,” ungkapnya.

 

Disamping itu, konsep ramah lingkungan yang dijalankan selama ini, konsep Subhan menjamin masa subur lokasi tambak di Muara Badak yang disebutnya mencapai lebih dari 11 ribu hektar itu.

 

“Kami bukan hanya menambahkan ikan, tapi alammnya atau habitatnya itu. Jadi kami enggak menggunakan pakan kimia, ”imbuhnya.

 

Menyikapi itu, Anggota DPRD Kaltim dari daerah pemilihan (Dapil) Kukar, Baharuddin Demmu saat dikonfirmasi, menyambut baik aspirasi yang disampaikan oleh Subhan. Ia berharap, dalam waktu dekat, pihak yang berkepentingan di Muara Badak segera menyampaikan pernyataan tertulis kepada pihaknya di Komisi II untuk segera ditindaklanjuti.

 

“Kalau pun tidak ada, nanti kami coba ingatkan kepada Dinas Perikanan tentang rencana dan niat rakyat yang ada di Muara Badak sana,” tanggap Politisi PAN yang karib disapa Demmu itu.

 

Terlebih lagi, lanjut Demmu, sekira dua bulan lalu, dirinya bersama sejumlah anggota Komisi II sempat berkunjung ke Balai Perikanan ini. Dari hasil tinjauan tersebut, Wakil Ketua Komisi II menilai jika keberadaan Balai Perikanan tersebut, memang dianggap kurang bermanfaat bagi masyarakat sekitar, lantaran belum dikelola seutuhnya demi peningkatakan kapasitas masyarakat setempat.

 

“Seharusnya tempat belajarnya di sini (balai). Kalau mau segera disusun programnya. Terpenting, masyarakat disana, atau kelompok-kelompok yang ada bisa menambah ilmu soal pertambakan, ”sebutnya.

 

Khusus alih fungsi bangunan, menurut Demmu bukan hal yang sulit dilakukan, terutama untuk peningkatan kapasitas masyarakat.

 

“Ini kan kewenangan aja. Makanya saya sambut baik, balai ini harusnya menjadi balai pelatihan khusus untuk pengembangan SDM masyarakat di pesisir. Kalau hanya menyediakan benih saja, artinya belum berfungsi secara baik, ”pungkasnya. (Adv)

Bagikan:

About The Author