Nasib Muara Kembang, Alamnya Dikeruk, Infrastruktur Mengenaskan

Mediaetam.com, Tenggarong – Anggota DPRD Kukar Jumarin Thripada soroti beberapa perusahaan di Kukar yang minim perhatian kepada masyarakat.

Jumarin (tengah baju putih)

Salah satunya adalah perusahaan yang wilayah kerjanya masuk di Muara Kembang.

 

“Di situ ada perusahaan batu bara dan juga migas,” ucapnya saat diwawancarai Mediaetam.com, senin (1/2/2021).

 

Dirinya mengatakan bahwa salah satu tanggung jawab perusahaan yaitu program CSR.

 

Namun menurutnya program tersebut juga belum jelas, seperti apa tahapannya dan bagaimana bentuknya ke masyarakat.

 

“Mereka hanya ikut nimbrung produksi di situ tapi tidak memberikan kontribusi bagus buat perkembangan kota,” ucap politisi Gerindra tersebut.

 

Padahal dirinya berharap dengan turunnya dana bagi hasil di Kukar, maka partisipasi swasta terutama perusahaan bisa diandalkan.

 

Dirinya berharap masyarakat tidak melakukan pergerakan yang memungkinkan terjadinya hal yang tidak diinginkan karena perusahaan hanya memberikan harapan palsu.

 

Selain sisi darat, Muara Kembang juga punya sisi laut dan merupakan produksi terbesar minyak di Muara Jawa, karena sumur minyak konsentrasi di situ.

 

Dengan kekayaan tersebut, berbanding terbalik dengan kondisi perekonomian masyarakat yang ada bahkan menurutnya bisa dikatakan kota mati.

 

“Pertumbuhannya hanya tergantung pada ekonomi masyarakat asli,” ucapnya.

 

Menurut anggota Komisi I DPRD Kukar tersebut kontribusi Pemerintah Daerah, Pertamina sampai dengan perusahaan batu bara sangat tidak sebanding dengan apa yang mereka rusak di daerah tersebut. (Akbar).

 

Share:

About The Author