TENGGARONG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar) tengah mempersiapkan gebrakan baru untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor pasar. Tak tanggung-tanggung, tahun ini Disperindag mematok target ambisius sebesar Rp1,31 miliar.
Guna mencapai target tersebut, Plt Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, mengumumkan akan segera meluncurkan inovasi bernama “Sikilat”. Inovasi ini dirancang untuk memastikan pengelolaan aset daerah dilakukan secara profesional dan produktif.
“Sikilat itu singkatan dari Setiap Kilan (jengkal) dan Setiap Gelombang di pasar yang dikuasai pemerintah harus berorientasi pada PAD. Tidak boleh ada jengkal tanah atau potensi aktivitas yang sia-sia tanpa kontribusi ke kas daerah,” tegas Sayid Fathullah, Jumat (6/2/2026).
Meskipun dalam satu bulan terakhir Tangga Arung Square (TAS) sudah menyumbangkan angka dari booth kuliner hingga lapak pengamen, Sayid menyebut bahwa potensi besar dari kios tetap dan retribusi parkir belum masuk dalam hitungan bulanan tersebut.
“Target kita tahun ini Rp1.310.000.000 (Rp1,31 M). Untuk retribusi kios dan parkir saat ini prosesnya masih berjalan. Melalui inovasi Sikilat ini, kami akan semaksimal mungkin mengonversi setiap potensi di pasar menjadi PAD,” tambahnya.
Selain soal angka, inovasi Sikilat juga bertujuan untuk melakukan pembinaan terhadap para pelaku usaha dan menjaga ketertiban di lingkungan pasar.
Dengan sistem ini, pemerintah berharap para pedagang mendapatkan kepastian hukum atas lapak yang mereka gunakan, sementara daerah mendapatkan haknya secara transparan.
“Kami terus berkoordinasi secara intensif. Intinya, manajemen pasar ke depan akan jauh lebih ketat dan terukur agar target yang dibebankan kepada kami bisa tercapai 100 persen,” tutupnya.
Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








