Kutai Barat – Pembangunan infrastruktur Kutai Barat dan Mahakam Ulu, menjadi salah satu pekerjaan rumah besar. Meski begitu, Pemprov Kaltim mengklaim kemajuan luar biasa dalam upaya pembangunan tersebut.
“Kalau dibanding 5 atau 10 tahun lalu, kemajuannya luar biasa,” kata Wagub Hadi Mulyadi, seperti melansir dari laman Humas Pemprov Kaltim, Sabtu (16/9).
Masih Berat Lewat Darat
Jalan dari Tering (Kutai Barat) menuju Ujoh Bilang (Mahulu) misalnya , saat ini sudah bisa darat. Walaupun cukup berat. Sebab, sebagian besar masih harus menggunakan kendaraan double gardan atau 4WD.
Beberapa kilometer sudah aspal dan cor beton. Meskipun, sebagian besar pekerjaan selama lima tahun terakhir banyak fokus untuk melakukan elevasi tanjakan terjal, geometrik, dan pelebaran jalan.
“Tahun depan pemerintah pusat akan menyelesaikan jalan dari Tering sampai Jembatan Sungai Ratah. Ini akan memperlancar ruas Tering – Ujoh Bilang langsung lewat jembatan, tidak ferry lagi” jelas Wagub Hadi Mulyadi di Camp Baru, Kubar saat perjalanan pulang setelah 4 hari kunjungan kerja ke wilayah barat.
Percepatan pembangunan ruas jalan penghubung dua kabupaten ini memang dilakukan secara keroyokan antara APBN dan APBD Kaltim.
“Tentu tidak bisa semua kita fokuskan di sini. Karena anggaran pembangunan juga harus berbagi dengan wilayah tengah, utara, dan selatan,” urainya lagi.
Sedangkan untuk ruas Ujoh Bilang – Long Bagun – Long Pahangai, Wagub mengatakan Jembatan Sei Mobong yang diresmikan Gubernur Isran Noor, Jumat (15/9/2023) merupakan kontribusi nyata Pemprov Kaltim untuk kemajuan Mahulu.
“Jembatan Mobong yang diresmikan Pak Gubernur dengan anggaran provinsi Rp19,7 miliar sangat strategis untuk mendukung perbatasan sebagai beranda negara. Dengan konektivitas, maka pembangunan akan lebih maksimal,” tambahnya.
2023 Perbaiki 20 Kilometer
Untuk tahun 2023, mereka melakukan pelebaran jalan di ruas Ujoh Bilang – Long Bagun – Long Pahangai sepanjang 20 km.
Tahun ini Pemprov Kaltim juga akan membangun 12 unit jembatan bailey. Untuk proyek-proyek ini, mereka mempersiapkan Rp100 miliar dari APBD Kaltim.
Dalam catatan, selama periode 2019-2023, Pemprov sudah memperbaiki jalan sepanjang 73,93 km, aspal 9,5 km, rigid pavement 1,45 km, agregat 3 km, 35 unit jembatan bailey dan 1 unit jembatan rangka (Jembatan Sei Mobong).
“Sementara untuk jalan Kukar – Kubar tahun depan juga ditargetkan kondisi mantap mencapai 96 persen. Alhamdulillah kemajuannya luar biasa semua,” tutup Wagub.


