Samarinda, Mediaetam.com – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim Ismiati menjelaskan per 15 September dari APBD murni tahun ini Rp 17,2 triliun dan sisi pendapatan mencapai Rp14,62 triliun dari tiga komponen, yakni pendapatan asli daerah (PAD), pendapatan dana transfer, dan lain-lain pendapatan daerah.
Untuk PAD, sebutnya dari target Rp8,04 triliun, kini sudah terealisasi Rp6,87 triliun (85 persen), atau masih kurang Rp1,16 triliun (15 persen).
“Kalau kita melihat komposisi PAD, terjadi surplus sekitar 10 persen sampai 11 persen, untuk komponen PAD,” ujarnya pada September ini.
Selain itu, sisi pendapatan dana transfer dari target Rp 6,56 triliun, telah terealisasi sebesar Rp 4,69 triliun atau sekitar 72 persen. Juga masih kurang Rp 1,86 triliun alias sekitar 28 persen.
“Secara umum hasil rekonsiliasi kami dengan DJPK Kementerian Keuangan untuk realisasi pendapatan transfer, tidak ada masalah, hanya proses mekanisme, kita hanya menunggu penyaluran saja,” bebernya.
Sedangkan komponen lain-lain pendapatan yang sah, ditarget Rp13,85 miliar, telah terealisasi Rp82,99 miliar (599 persen), atau surplus Rp69,13 miliar (surplus 499 persen).
“Disini kita sudah bisa melihat penerimaan dari Tanito Harum dan penerimaan lain-lain di murni belum diakomodir,” urainya.
Termasuk pembayaran yang dilakukan PT KPC pada 8 September lalu sebagai pembagian laba bersih pemerintahan daerah dari perusahaan ber IUPK sebesar Rp 316 miliar.
“Total pendapatan daerah dari target Rp14,62 triliun, maka secara keseluruhan ketiga komponen terealisasi Rp11,65 triliun atau 80 persen, surplus 6 persen. Tapi kita masih kurang Rp2,96 triliun atau 20 persen,” jelasnya.


