MUARA KAMAN – Kondisi infrastruktur jalan yang menghubungkan lima desa di Kecamatan Muara Kaman, tepatnya di jalur Siring Tebes Teratak hingga Benua Puhun, kian memprihatinkan. Jalan sepanjang puluhan kilometer tersebut kini dalam kondisi rusak parah dan berlumpur, hingga memakan korban dari kalangan pelajar.
Pada Jumat (6/2/2026), dilaporkan dua orang siswa terjatuh akibat tergelincir di jalur berlumpur saat hendak menuju sekolah. Kejadian ini memicu protes dari warga setempat yang merasa perbaikan jalan tersebut sudah terlalu lama terbengkalai.
“Kasihan guru dan anak-anak yang pergi sekolah, sering terlambat karena kondisi jalan hancur parah. Ini sisa garapan pejabat terdahulu yang sampai sekarang tidak ada tindakan perbaikan nyata,” keluh Nurfadila, salah seorang warga setempat.
Ada Hilal Perbaikan
Menanggapi keluhan warga, Kepala Desa Muara Kaman Ulu, Hendra, mengungkapkan bahwa jalur ini merupakan urat nadi bagi lima desa, yakni Desa Teratak, Benua Puhun, Rantau Hempang, Muara Kaman Ilir, dan Muara Kaman Ulu.
Kabar baiknya, perbaikan jalan ini telah tercantum dalam Rencana Kerja (Renja) 2024-2025 dengan kode usulan 1374463. Nilai anggaran yang diusulkan pun fantastis, yakni mencapai Rp 242.991.000.000 (Rp242 Miliar).
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) beberapa hari lalu. Informasinya, anggaran perbaikan akan dimasukkan dalam APBD Perubahan. Meskipun angka pastinya belum dirilis, kami optimis ini akan terealisasi,” jelas Hendra.
Guna memastikan proyek ini tidak sekadar menjadi wacana, perangkat desa dari lima wilayah terdampak telah menandatangani surat dukungan resmi.
Surat tersebut akan disampaikan langsung kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPEDA) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kukar.
“Kami bersatu untuk mengawal proses ini hingga anggaran tersebut benar-benar turun ke lapangan. Harapan kami hanya satu, Pemkab Kukar memprioritaskan perbaikan jalan ini demi keselamatan dan kelancaran ekonomi warga,” tegasnya.
Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








