Rombongan Patin Mengambang di Muara Kaman, Nelayan Duga Dampak Racun Biji Rambutan

Nelayan Muara Kaman menemukan biji rambutan di dalam perut ikan patin yang tiba-tiba mengambang. (FB/Arian)

TENGGARONG – Praktik penangkapan ikan secara ilegal kembali meresahkan nelayan tradisional di sepanjang Sungai Mahakam. Kali ini, dampaknya dirasakan warga Desa Teratak, Kecamatan Muara Kaman, setelah sejumlah ikan patin ditemukan mengambang mati di perairan sungai pada Selasa (23/12/2025).

Temuan tersebut memicu kekhawatiran masyarakat, lantaran diduga kuat ikan-ikan tersebut mati akibat praktik illegal fishing menggunakan racun kimia. Dugaan ini menguat setelah beredarnya video berdurasi 1 menit 30 detik yang diunggah seorang warga bernama Arian melalui media sosial Facebook.

Bacaan Lainnya

Dalam video tersebut, nelayan memperlihatkan isi perut ikan patin yang diduga telah memakan umpan berupa buah rambutan yang di dalamnya dicampur zat kimia berbahaya. Racun tersebut diduga membuat ikan kehilangan keseimbangan, lalu mengapung ke permukaan sungai sehingga mudah diambil oleh pelaku.

“Ini dicampur di dalam buah rambutan,” ujar seorang nelayan dalam video sambil menunjukkan umpan yang ditemukan di dalam perut ikan.

Selain merusak ekosistem sungai, penggunaan racun kimia ini dinilai sangat membahayakan kesehatan manusia. Ikan yang terkontaminasi racun berisiko menimbulkan efek kesehatan jika dikonsumsi, mulai dari pusing, mual, hingga potensi penyakit serius dalam jangka panjang

Seorang nelayan Desa Teratak, Acay, mengaku sangat kecewa dengan masih maraknya praktik tersebut. Menurutnya, racun yang ditebar tidak hanya membunuh ikan target, tetapi juga memusnahkan ikan-ikan lain di sekitarnya.

“Saya sebagai nelayan sangat kecewa. Sekali diracun, ikan yang ikut makan semuanya mati,” kata Acay, Kamis (25/12/2025).

Bisa Rusak Ekosistem Sungai Mahakam

Kekhawatiran masyarakat juga meluas ke ancaman terhadap satwa endemik Sungai Mahakam. Sejumlah warganet menyoroti potensi dampak fatal jika racun tersebut mengenai pesut Mahakam, mamalia air tawar yang kini populasinya kian terancam.

“Miris kalau sampai kena ikan pesut Mahakam. Bisa fatal dampaknya,” tulis salah satu netizen dalam kolom komentar.

Warga Desa Teratak berharap ada kesadaran bersama untuk menghentikan praktik penangkapan ikan ilegal yang merusak lingkungan.

Mereka juga mendesak aparat dan instansi terkait agar meningkatkan pengawasan serta menindak tegas pelaku illegal fishing demi menjaga keberlangsungan Sungai Mahakam dan mata pencaharian nelayan tradisional.

Penulis: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait