SAMBOJA – Pemerintah pusat melalui Kementerian Transmigrasi bersama SKK Migas berencana membuka dan mengembangkan 13 sumur minyak dan gas bumi (migas) baru di kawasan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Rencana ini merupakan tindak lanjut dari temuan potensi sumur migas baru yang berada di area Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi. Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada energi nasional.
“Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi siap berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan energi, khususnya minyak,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin.
Kolaborasi Pemanfaatan Lahan Transmigrasi
Berdasar laporan Antara, saat ini, pengelolaan migas di wilayah tersebut telah berjalan melalui PT Pertamina Hulu Sanga Sanga yang mengoperasikan puluhan sumur di kawasan HPL transmigrasi Samboja. Dari hasil kajian terbaru, ditemukan tambahan 13 titik sumur baru yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah dan SKK Migas sepakat memanfaatkan lahan transmigrasi dengan skema Hak Pakai. Melalui skema ini, kepemilikan lahan tetap berada di bawah Kementerian Transmigrasi, sementara pemanfaatannya dilakukan melalui kerja sama dengan sektor migas.
Iftitah menegaskan bahwa kerja sama tersebut dirancang dengan prinsip saling menguntungkan, sekaligus memastikan optimalisasi aset negara tanpa mengubah status kepemilikan lahan.
Dorong Ekonomi dan Lapangan Kerja
Selain memperkuat sektor energi, pengembangan sumur migas baru ini diyakini akan menciptakan dampak ekonomi yang luas. Pemerintah menilai proyek ini berpotensi mendorong pembangunan infrastruktur dasar, membuka lapangan kerja, serta menumbuhkan usaha kecil di sekitar wilayah operasional.
“Ini bukan hanya soal energi, tetapi juga bagian dari transformasi kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” jelas Iftitah.
Sementara itu, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Transmigrasi. Ia menilai pemanfaatan lahan transmigrasi untuk eksplorasi migas merupakan langkah strategis di tengah tingginya kebutuhan energi nasional.
“Minyak dan gas masih sangat dibutuhkan masyarakat. Mencari sumber baru tidak mudah dan biayanya tinggi, sehingga potensi dalam negeri seperti ini sangat penting,” pungkasnya.
Redaksi Media Etam








