SAMARINDA – DPRD Samarinda menilai kematian seorang siswa di SMKN 4 Samarinda bukan sekadar musibah, melainkan cerminan kelalaian pemerintah dalam memastikan ketepatan pendataan bantuan sosial (bansos).
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh lagi kecolongan dalam mendistribusikan bantuan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Peristiwa ini harus menjadi evaluasi serius. Dinas Sosial harus segera melakukan perbaikan dan validasi data penerima bantuan agar tepat sasaran,” ujar Ismail, Senin di Antara.
Ia menyoroti lemahnya proses verifikasi di lapangan yang berujung pada tidak terjangkaunya warga miskin dalam program jaminan sosial. Menurutnya, ketidakakuratan data menjadi akar persoalan yang harus segera dibenahi.
“Jangan sampai masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan justru tidak mendapatkan bantuan hanya karena pendataan yang tidak akurat,” tegasnya.
Tragedi yang Seharusnya Bisa Dicegah
Peristiwa tragis ini menimpa Mandala Rizky Syahputra (16), siswa kelas 2 SMKN 4 Samarinda, yang meninggal dunia pada Jumat (24/04/2026) dini hari. Ia mengalami infeksi serius yang diduga dipicu penggunaan sepatu sekolah yang sudah tidak sesuai ukuran.
Keterbatasan ekonomi memaksa korban tetap memakai sepatu berukuran 40, sementara ukuran kakinya mencapai 44. Kondisi tersebut menyebabkan luka yang semakin parah, terlebih saat ia menjalani program magang sebagai pramuniaga di pusat perbelanjaan dengan aktivitas berdiri dalam waktu lama.
Ironisnya, keluarga korban diketahui tidak pernah terdaftar sebagai penerima bantuan sosial pemerintah, meskipun berada dalam kondisi ekonomi terbatas.
Ismail menegaskan, kejadian ini harus menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah. Meski pengelolaan sekolah menengah kejuruan berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, ia menilai Pemerintah Kota Samarinda tetap memiliki tanggung jawab moral dan administratif terhadap kesejahteraan warganya.
“Ini bukan hanya soal kewenangan, tapi soal kepedulian dan tanggung jawab terhadap masyarakat,” pungkasnya.
Redaksi Media Etam








