Pengelola Teras Samarinda cuma Setor PAD 500 Juta, DPRD: Kekecilan Itu

Teras Samarinda menjadi salah satu spot andalan warga untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. (Foto: Koran Kaltim)

SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda menyoroti rendahnya kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pengelolaan kawasan Teras Samarinda. Lembaga legislatif itu menilai setoran yang diberikan masih jauh dari potensi ekonomi yang seharusnya bisa dihasilkan dari salah satu ikon kota tersebut.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menyampaikan bahwa Perumda Varia Niaga sebagai pengelola kawasan dinilai belum optimal dalam mengelola berbagai unit usaha, seperti kafe hingga wahana rekreasi jetski.

Bacaan Lainnya

“Laporan yang kami terima, kontribusi PAD dari Varia Niaga hanya sekitar Rp500 juta. Angka itu jelas masih sangat kecil,” ujar Rohim, Kamis di Antara.

Skema Kerja Sama Dinilai Tidak Menguntungkan

Rohim mengungkapkan, salah satu penyebab rendahnya kontribusi tersebut diduga berasal dari pola pengelolaan yang melibatkan pihak ketiga. Dalam skema tersebut, Perumda Varia Niaga hanya memperoleh bagi hasil sekitar 10 persen dari pendapatan usaha.

Menurutnya, pola seperti ini justru membuat potensi keuntungan daerah tidak maksimal. Ia menilai, jika dikelola secara mandiri, pendapatan yang diperoleh bisa jauh lebih besar.

“Kalau hanya 10 persen, berarti sebagian besar keuntungan justru dinikmati pihak luar. Ini yang harus dievaluasi,” tegasnya.

DPRD juga menilai tingginya aktivitas masyarakat di kawasan Teras Samarinda seharusnya menjadi peluang besar untuk meningkatkan pendapatan daerah. Namun, potensi tersebut dinilai belum tergarap secara optimal.

DPRD akan Panggil Varia Niaga

Sebagai tindak lanjut, DPRD Samarinda berencana memanggil pihak Perumda Varia Niaga untuk meminta penjelasan terkait sistem kerja sama yang diterapkan.

Pemanggilan ini juga bertujuan untuk mengkaji apakah rendahnya kontribusi PAD disebabkan oleh tata kelola yang belum efektif.

“Jangan sampai aset daerah yang strategis justru tidak memberikan dampak maksimal bagi keuangan daerah,” kata Rohim.

DPRD menegaskan komitmennya untuk mendorong pengelolaan aset daerah yang lebih transparan dan profesional. Evaluasi menyeluruh dinilai penting agar ke depan, Teras Samarinda benar-benar menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi Kota Samarinda.

Redaksi Media Etam

Bagikan:

Pos terkait