SAMARINDA – Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda mengimbau seluruh pelanggan untuk mulai menghemat penggunaan air bersih serta menyiapkan penampungan cadangan. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi menghadapi potensi dampak musim kemarau tahun 2026.
Asisten Manajer Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda, Haidir Fadli, menyampaikan bahwa hingga saat ini pasokan air masih dalam kondisi aman. Seluruh 18 Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang dimiliki perusahaan juga masih beroperasi normal.
“Alhamdulillah, saat ini 18 Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang kami miliki masih beroperasi normal dan belum terdampak secara signifikan,” ujarnya, Kamis di Antara.
Ancaman Intrusi Air Laut di Sungai Mahakam
Meski kondisi masih stabil, Perumda Tirta Kencana mulai mewaspadai potensi penurunan kualitas air baku, terutama di wilayah hilir yang dekat dengan muara Sungai Mahakam.
Saat musim kemarau panjang, Sungai Mahakam berisiko mengalami intrusi air laut, yaitu masuknya air asin ke aliran sungai. Kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan kadar klorida dalam air baku.
“Kami berharap kondisi ekstrem seperti tahun 1998 tidak terulang. Jika kadar klorida pada air baku melebihi 250 ppm, secara teknis air tersebut tidak dapat diolah menjadi air bersih karena menyalahi standar kesehatan,” jelas Haidir.
Jika intrusi terjadi, kualitas air baku akan menurun drastis dan berdampak pada proses produksi air bersih, khususnya di wilayah dengan debit distribusi rendah.
Distribusi Bergilir Jadi Opsi Terakhir
Sebagai langkah antisipasi, Perumda Tirta Kencana memastikan akan terus mengoptimalkan proses pengolahan air sesuai standar Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023.
Namun, apabila kondisi alam menyebabkan air baku tidak layak diolah, perusahaan tidak menutup kemungkinan akan menerapkan distribusi air secara bergilir kepada pelanggan.
“Jika kendala teknis akibat alam ini terjadi, kemungkinan besar kami akan memberlakukan sistem distribusi air bergilir kepada pelanggan,” tambahnya.
Warga Diminta Siapkan Tandon Air
Manajemen Perumda Tirta Kencana juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dengan mengubah pola konsumsi air sehari-hari. Pelanggan disarankan menambah kapasitas penampungan air di rumah, seperti tandon atau profil tank.
Selain itu, warga diimbau untuk menghindari penggunaan air secara berlebihan, terutama untuk aktivitas sekunder seperti menyiram jalan atau mencuci kendaraan terlalu sering.
Untuk mengantisipasi kondisi darurat, perusahaan juga telah menyiapkan armada tangki air bersih yang siap didistribusikan ke wilayah terdampak kekeringan.
Masyarakat yang membutuhkan informasi atau layanan bantuan dapat menghubungi call center di (0541) 208100 atau melalui WhatsApp di 0811-5535-36.
Redaksi Media Etam








