Merawat Toleransi, Baharuddin Demmu Sosbang di Desa Santan Tengah

Foto bersama peserta Sosialisasi Wawasan Kebangsaan yang digelar Baharuddin Demmu, di Desa Santan Tengah, 17 Desember 2022. [Maulana/Mediaetam.com]
Anggota DPRD Kaltim dapil Kukar Baharuddin Demmu saat Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, di Desa Santan Tengah, 17 Desember 2022. [Maulana/Mediaetam.com]

Kutai Kartanegara – Anggota DPRD Kaltim daerah pemilihan Kutai Kartanegara (Kukar), Baharuddin Demmu menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan (Sosbang) di Dusun Handil II, RT 07, Desa Santan Tengah, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara, Sabtu, 17 Desember 2022.

Pada momen tersebut, Baharuddin menjelaskan tentang pentingnya toleransi sesama masyarakat. Tanpa memandang perbedaan suku dan agama.

“Merawat toleransi antar sesama akan membuat hubungan antar masyarakat harmonis. Jika masyarakat harmonis, maka potensi konflik akan semakin minim. Sosialisasi ini, bertujuan untuk memupuk semangat kebangsaan, bagi seluruh bangsa, seluruh rakyat, tak terkecuali warga Desa Santan Tengah,” kata Baharuddin Demmu, kepada ratusan peserta Sosbang.

Pada Sosbang hari ini, acara dimoderatori oleh Siti Rahma. Dua pemateri juga dihadirkan, yakni dari kalangan akademisi dan aparat penegak hukum.

Foto bersama peserta Sosialisasi Wawasan Kebangsaan yang digelar Baharuddin Demmu, di Desa Santan Tengah, 17 Desember 2022. [Maulana/Mediaetam.com]
Foto bersama peserta Sosialisasi Wawasan Kebangsaan yang digelar Baharuddin Demmu, di Desa Santan Tengah, 17 Desember 2022. [Maulana/Mediaetam.com]
Pemateri pertama ialah Dosen Universitas Mulawarman Dr. Haris Retno Susmiyati, SH.MH, memaparkan materi Sosialisasi Empat Konsensus Kebangsaan (Pancasila, UUD RI 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia)

“Wawasan Kebangsaan sangat identik dengan Wawasan Nusantara, yaitu cara pandang bangsa Indonesia dalam mencapai tujuan nasional yang mencakup perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai kesatuan politik, sosial budaya, ekonomi dan pertahanan keamanan,” kata Retno, sapaannya, kepada peserta Sosbang.

Wawasan kebangsaan, lanjut Retno, dapat diartikan sebagai konsepsi cara pandang yang dilandasi akan kesadaran diri sebagai warga dari suatu negara akan diri dan lingkungannya di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ungkap Retno.

Pemaparan dilanjutkan dengan membahas lebih rinci tentang ruang lingkup empat konsensus wawasan kebangsaan. Yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan, Bhineka Tunggal Ika

Kemudian materi kedua ialah Implementasi Empat Konsensus Kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, disampaikan oleh dari Polsek Marangkayu, Aiptu Norton Tobing.

Polisi yang familiar di kalangan masyarakat Marangkayu tersebut, memaparkan implementasi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan, Bhineka Tunggal Ika. Dia memberikan sejumlah contoh, yang relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. (Maulana)

Bagikan:

Pos terkait