Samarinda- Dinas Pariwisata Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) mendorong para musisi untuk lebih kreatif menciptakan karya otentik. Tujuannya untuk meningkatkan potensi ekonomi kreatif khususnya dalam sektor musik di Kaltim.
“Kami mendukung pelaku musik di Kaltim, bisa menciptakan karyanya sendiri,” kata Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim, Awang Khalik.
Awang menyebutkan bahwa, di Kaltim khususnya Samarinda, telah melahirkan musisi-musisi berbakat seperti Rio Satrio, Davy Jones, Not Kacang, Murphy Radio, dan lainnya.
Awang menginginkan agar, para pelaku musik di Kaltim bisa memiliki karakter yang kuat dari lagu-lagu yang mereka ciptakan. Sudah banyak musisi Kaltim yang meraih pundi-pundi rupiah dari hasil karya ciptanya.
“Sekarang zamannya digital, pelaku musik dengan mudah mempromosikan karya lagunya di platform digital seperti Youtube, Spotify, Joox, dan lain-lain,” ujarnya.
Sebagai wujud dukungan, Dispar Kaltim berencana memfasilitasi pelaku musik dengan menyelenggarakan berbagai festival musik, seperti Kaltim Fest dan Mahakam Rock Festival.
“Kami menyediakan panggung untuk mereka. Nantinya, mereka juga bisa menjadi pembuka band dari artis ibu kota,” ungkap Awang.
Awang menginginkan agar band lokal terus konsisten dalam menciptakan karya musik sesuai dengan genre yang mereka pilih, apalagi dengan hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) di Bumi Etam. Sehingga, mereka memiliki daya saing yang cukup tinggi, agar bisa bersaing dengan para papan atas lainnya.
“Harapannya, mereka jangan sampai jadi penonton saja dengan hadirnya IKN. Harus ambil peran untuk tampil di panggung-panggung yang kami wadahi ke depannya,” tegas Awang. (Iswanto/Adv).








