BONTANG – Memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) berkolaborasi dengan Karang Taruna Bina Mandiri Kelurahan Loktuan menggelar Turnamen Voli Putri Antar Kelurahan se-Kota Bontang.
Turnamen yang berlangsung di Lapangan Kantor Kelurahan Loktuan tersebut digelar selama tujuh hari, 7-14 Agustus 2026. Sebanyak 12 tim perwakilan kelurahan ambil bagian dari total 15 kelurahan yang ada di Kota Bontang.
Ketua Panitia, Noval, mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap olahraga bola voli. Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen tersebut juga menjadi ruang bagi atlet putri untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan pengalaman bertanding.
“Kegiatan ini tidak hanya tentang pertandingan voli, tapi juga memberi dampak bagi masyarakat sekitar. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang terlibat, maka semakin besar pula manfaat yang dirasakan,” ujar Noval.
Menurutnya, pelaksanaan turnamen turut melibatkan pelaku UMKM di sekitar Kelurahan Loktuan. Kehadiran UMKM diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas pasar.
VP Komunikasi Korporat Pupuk Kaltim, Dwi Agung Wibowo, mengatakan turnamen tersebut tidak sekadar menjadi agenda tahunan untuk memeriahkan HUT RI, tetapi juga bagian dari komitmen perusahaan untuk terus hadir dan tumbuh bersama masyarakat.
“Kegiatan ini juga diarahkan sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi antarwarga, menumbuhkan semangat sportivitas serta mendorong lahirnya bibit atlet bola voli putri berbakat dari Kota Bontang,” kata Agung.
Ia menilai semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kebersamaan, kepedulian, dan kolaborasi dalam membangun masyarakat yang produktif. Olahraga menjadi salah satu sarana untuk menanamkan nilai tersebut melalui kompetisi yang tetap menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan.
Agung menambahkan, olahraga juga memiliki peran dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, dukungan Pupuk Kaltim terhadap kegiatan olahraga di masyarakat menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aktif dan produktif.
“Pupuk Kaltim secara konsisten mendukung berbagai kegiatan positif di masyarakat, termasuk olahraga. Turnamen ini bagian dari semangat kebersamaan, sekaligus memberi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan potensi terbaiknya,” ujarnya.
Ke depan, Pupuk Kaltim berkomitmen memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan di Kota Bontang untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas, baik melalui bidang olahraga, pendidikan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi maupun pengembangan kapasitas masyarakat.
“Semangat kolaborasi seperti ini harus terus kita jaga, karena Pupuk Kaltim tidak dapat berjalan sendiri. Butuh sinergi bersama seluruh elemen Kota Bontang, agar setiap upaya yang kita lakukan memberi dampak yang semakin besar,” tambah Agung.
Sementara itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengapresiasi konsistensi Pupuk Kaltim dalam mengambil peran dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Menurut Neni, olahraga tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan dan kemampuan fisik, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter generasi muda.
“Turnamen seperti ini merupakan kegiatan yang sangat positif, karena mampu mempertemukan masyarakat, membangun kebersamaan sekaligus memberi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan prestasinya,” ungkap Neni.
Ia mendorong agar kegiatan olahraga dan pembinaan atlet di Kota Bontang terus dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi kepemudaan dan masyarakat.
“Melalui turnamen ini, kita bisa melihat semakin banyak potensi muncul dari berbagai kelurahan Kota Bontang. Siapa tahu dari lapangan ini akan lahir atlet yang nantinya mampu membawa nama Bontang ke tingkat yang lebih tinggi,” tuturnya.
Dalam turnamen tersebut, Kelurahan Tanjung Laut berhasil keluar sebagai juara setelah menunjukkan performa terbaik sepanjang pertandingan. Hasil ini sekaligus mengukuhkan Tanjung Laut sebagai juara bertahan setelah pada tahun sebelumnya juga berhasil meraih gelar juara.
Neni mengajak seluruh peserta menjadikan turnamen sebagai momentum mempererat persahabatan sekaligus menunjukkan kemampuan terbaik. Menurutnya, kemenangan bukan satu-satunya tujuan dalam kompetisi, karena sportivitas, persaudaraan dan sikap saling menghargai juga menjadi bagian penting dari olahraga.
“Menang dan kalah adalah hal biasa dalam pertandingan. Namun yang paling penting adalah bagaimana kita menjunjung sportivitas, bermain dengan penuh semangat dan menjaga persaudaraan,” pungkas Neni.








