Kukar – Pesut Mahakam, jumlahnya tersisa sekitar 60an ekor. Habitatnya kini berada di wilayah Mahakam Tengah. Seperti di anak-anak sungai Mahakam hingga ke wilayah Danau Semayang dan Melintang.
Untuk bertemu Pesut Mahakam, warga bisa mengunjungi Desa Pela atau Desa Sangkuliman di Kecamatan Kota Bangun. Dua desa ini berada di sisi Sungai Pela yang jadi tempat Pesut Mahakam banyak mencari ikan. Selain itu, sudah tersedia penginapan dan paket wisata di desa-desa tersebut.
“Keberadaan Pesut Mahakam itu juga jadi pertanda keberadaan ikan,” kata Jamri, nelayan di Desa Sangkuliman.
Para nelayan memahami, jika ada banyak pesut, berarti ikan haruan, lais, dan ikan kendia yang mereka cari juga melimpah. Warga setempat pun berusaha menjaga kelestarian Pesut Mahakam. Sebab, mereka meyakini keberadaan Pesut Mahakam juga menjadi tuah bagi desa mereka. Baik soal keberadaan ikan, mengingat mayoritas warga desa adalah nelayan. Juga, tuah dari keberadaan pesut untuk mendatangkan wisatawan ke desa mereka.
Gerakan pesut juga jadi acuan. Ketika banyak pesut mulai menuju hilir, biasanya menandakan musim kemarau mulai datang dan ikan di danau berkurang. Pun sebaliknya. Maka dari itu, warga setempat tak ada yang berani berburu pesut. Di sisi lain, mereka juga berusaha agar jaring nelayan tidak tersangkut pesut. Maka dari itu, upaya pemasangan pinger sonar juga dilakukan agar pesut tahu ada jaring dan tidak dekat-dekat. (Adv/Diskominfo Kukar)








