BONTANG – Lebih dari dua dekade perjalanan membuat Pupuk Kaltim Basketball tak lagi sekadar menjadi wadah olahraga bagi karyawan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim). Komunitas yang tumbuh sejak awal 2000-an itu kini berkembang menjadi ruang silaturahmi, membangun kekompakan, sekaligus mencetak prestasi di berbagai kompetisi.
Mengusung motto “One Family: Play Together, Grow Together!”, Pupuk Kaltim Basketball mempertemukan karyawan dari berbagai departemen dan bidang pekerjaan dalam satu lapangan. Aktivitas olahraga tersebut menjadi sarana membangun komunikasi, kepercayaan, disiplin, serta budaya hidup sehat di lingkungan perusahaan.
Ketua Pupuk Kaltim Basketball, Abduh Muhammad, mengatakan komunitas tersebut awalnya dibentuk untuk mewadahi karyawan yang memiliki minat dan bakat dalam olahraga bola basket.
Seiring berjalannya waktu, aktivitas komunitas justru memberikan manfaat yang lebih luas. Latihan rutin tidak hanya menjadi aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi ruang bagi karyawan untuk saling mengenal dan mempererat hubungan kekeluargaan.
“ Kami membentuk Pupuk Kaltim Basketball sebagai tempat bagi karyawan yang memiliki minat dan bakat di bidang basket. Namun dalam perjalanannya, kami mendapatkan sesuatu yang lebih besar, yaitu silaturahmi dan rasa kekeluargaan antar karyawan,” ujar Abduh.
Saat ini, lebih dari 50 orang aktif menjadi bagian dari Pupuk Kaltim Basketball. Mereka rutin berlatih di GOR dan Sport Center Pupuk Kaltim dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga.
Menurut Abduh, bola basket mengajarkan para pemain untuk bekerja sebagai sebuah tim. Perbedaan jabatan maupun departemen melebur ketika berada di lapangan. Setiap pemain dituntut saling percaya, berkomunikasi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama.
Perjalanan panjang tersebut juga membawa Pupuk Kaltim Basketball semakin kompetitif. Berbagai prestasi berhasil diraih dalam sejumlah turnamen dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2023, Pupuk Kaltim Basketball menjadi Juara 1 Pupuk Indonesia Cup di Bontang dan Juara 3 Turnamen Perbasi Cup se-Kota Bontang. Prestasi kembali meningkat pada 2024 dengan meraih Juara 1 Pupuk Indonesia Cup di Jakarta, Juara 2 Turnamen Wali Kota Cup se-Kalimantan Timur, serta Juara 1 Turnamen Perbasi Cup se-Kota Bontang.
Produktivitas tersebut berlanjut pada 2025. Pupuk Kaltim Basketball meraih Juara 2 Pupuk Indonesia Cup di Pupuk Kujang Cikampek, Juara 2 Turnamen Wali Kota Cup se-Kalimantan Timur, serta Juara 1 Turnamen Perbasi Cup se-Kota Bontang.
Sementara pada 2026, Pupuk Kaltim Basketball berhasil meraih Juara 2 Olimpiade Pupuk Indonesia di Petrokimia Gresik. Regenerasi juga mulai menunjukkan hasil melalui Pupuk Kaltim Basketball Junior yang meraih Juara 2 Kejuaraan Daerah se-Kalimantan Timur.
“Prestasi tentu menjadi kebanggaan dan bukti bahwa proses selama ini memberikan hasil. Tapi bagi kami, basket bukan hanya soal menang dan kalah. Ada disiplin, kerja keras, kegigihan, dan kerja sama tim yang semuanya relevan dengan kehidupan kami sebagai karyawan,” tutur Abduh.
Ia menegaskan, prestasi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan komunitas. Pengalaman, persahabatan, kemampuan mengembangkan diri dan sikap sportif menjadi nilai yang terus ditanamkan kepada para anggota.
Semangat tersebut kini mulai diarahkan pada pembinaan generasi berikutnya. Pupuk Kaltim Basketball berencana membentuk Akademi Bola Basket Junior yang diperuntukkan bagi anak-anak karyawan.
Akademi tersebut nantinya dirancang berdasarkan kelompok usia U-10, U-12, dan U-16. Pembagian kelompok diharapkan membuat program latihan dapat disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan masing-masing usia.
Selain pembinaan usia dini, Pupuk Kaltim Basketball juga menyiapkan pembentukan Srikandi Pupuk Kaltim Basketball sebagai wadah bagi karyawan perempuan yang ingin berlatih dan mengembangkan kemampuan dalam olahraga bola basket.
Pembina Pupuk Kaltim Basketball, Wirza Eka Putra, mengatakan pembinaan menjadi bagian penting untuk memastikan keberlanjutan komunitas. Akademi junior diharapkan dapat mengenalkan olahraga basket sejak dini sekaligus membuka ruang bagi anak-anak karyawan untuk mengembangkan minat dan bakat.
“Kami ingin lapangan basket ini menjadi ruang yang terbuka bagi siapa saja. Ada tim senior, ada junior, dan ke depan ada Srikandi. Semuanya memiliki kesempatan yang sama untuk berolahraga, berkembang, dan membangun prestasi,” ungkap Eka.
Menurutnya, benang merah perjalanan Pupuk Kaltim Basketball selama lebih dari 25 tahun adalah kebersamaan. Dari aktivitas sederhana berupa latihan bersama, komunitas tersebut berkembang menjadi wadah yang mempertemukan dan mempererat keluarga besar perusahaan.
Karena itu, pembentukan akademi junior dan Srikandi tidak hanya dipandang sebagai penambahan program olahraga, tetapi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan komunitas sekaligus memperluas manfaat olahraga bagi keluarga besar Pupuk Kaltim.
“Kami ingin siapa pun yang bergabung merasa ini rumah bersama. Kita bermain bersama, saling dukung, dan tumbuh bersama. Prestasi akan terus kami kejar, tapi kekeluargaan dan sportivitas harus tetap menjadi dasar utama,” lanjut Eka.
Ia menambahkan, bola basket pada akhirnya bukan sekadar permainan untuk mencetak angka atau memenangkan trofi. Di dalamnya terdapat nilai karakter, kolaborasi, kesehatan dan kebersamaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jika nilai-nilai itu tumbuh, maka prestasi akan mengikuti. Namun yang terpenting menjaga semangat kebersamaan sehingga Pupuk Kaltim Basketball benar-benar menjadi rumah bagi seluruh anggotanya,” pungkas Wirza Eka Putra.








