BONTANG – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Bontang melalui program pembinaan yang berkelanjutan.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui bimbingan teknis (bimtek) sertifikasi halal yang ditujukan bagi mitra binaan Pupuk Kaltim. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas sekaligus daya saing produk.
Pupuk Kaltim menilai pemahaman mengenai sertifikasi halal penting bagi pelaku UMKM, khususnya yang bergerak di sektor makanan dan minuman. Selain memenuhi ketentuan yang berlaku, sertifikasi halal juga menjadi salah satu aspek penting dalam memberikan kepastian kepada konsumen.
“Untuk itu, Pupuk Kaltim akan terus menghadirkan berbagai program peningkatan kapasitas sesuai kebutuhan pelaku usaha melalui konsep pemberdayaan secara berkesinambungan,” ujar Wawan.
Mewakili Pemerintah Kota Bontang, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang, Eko Arisandi, menyambut positif langkah Pupuk Kaltim dalam mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai program pembinaan.
Menurut Eko, keterlibatan dunia usaha menjadi faktor penting dalam mempercepat peningkatan kualitas UMKM lokal. Dukungan tersebut tidak hanya memberikan manfaat dari sisi ekonomi, tetapi juga membantu meningkatkan kompetensi pelaku usaha agar semakin siap menghadapi persaingan.
“Kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat daya saing UMKM lokal, dan kami menilai bimtek sertifikasi halal sangat relevan dengan kebutuhan saat ini,” ungkap Eko.
Ia menjelaskan, sertifikasi halal menjadi kebutuhan yang semakin penting seiring berkembangnya industri makanan dan minuman. Sertifikasi tersebut juga memberikan jaminan kepada konsumen terkait kehalalan, kualitas, dan keamanan produk yang dikonsumsi.
“Kami harap para peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini sebaik-baiknya, agar ke depan mampu memperoleh sertifikat halal bagi produk masing-masing,” tandasnya.
Sementara itu, salah satu mitra binaan Pupuk Kaltim, Sri Suna, mengaku mendapatkan manfaat dari pelaksanaan bimtek tersebut. Menurutnya, kegiatan itu membantu pelaku usaha memahami tahapan pengurusan sertifikasi halal secara lebih menyeluruh, mulai dari persyaratan administrasi hingga proses yang harus dipenuhi.
Terlebih, usaha yang dijalankannya bergerak di bidang kuliner. Karena itu, kepastian mengenai kualitas dan kelayakan produk melalui sertifikasi halal dinilai menjadi bagian penting untuk memberikan rasa aman kepada konsumen.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Pupuk Kaltim, karena kegiatan ini sangat membantu kami untuk memahami pengurusan sertifikasi halal. Kami merasa terus didorong untuk naik kelas dan menjadi usaha yang lebih profesional,” tutur Sri Suna.
Melalui pembinaan tersebut, Pupuk Kaltim berharap para mitra binaan tidak hanya mampu memenuhi persyaratan sertifikasi halal, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas pengelolaan usaha dan memperluas peluang pasar.
Program pemberdayaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu memperkuat fondasi UMKM lokal, sehingga pelaku usaha semakin mandiri, profesional, dan memiliki daya saing di tengah perkembangan pasar.








