Kukar – Tenggarong Seberang, sebuah kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Indonesia, memiliki potensi besar dalam sektor pertanian. Untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani lokal, berbagai program pertanian telah diimplementasikan oleh Pemerintah Kabupaten Kukar, dengan fokus utama pada inovasi, teknologi, dan pengembangan ekonomi pedesaan.
Pemerintah daerah telah mengalokasikan dana untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur pertanian, termasuk jaringan irigasi, jalan akses ke lahan pertanian, dan pasar tradisional. Infrastruktur yang memadai akan memudahkan akses petani ke pasar, meningkatkan distribusi hasil pertanian, dan mengurangi kerugian pasca panen.
“Pemkab Kukar akan terus memberikan support dan fasilitas serta bimbingan peningkatan produktivitas pertanian khususnya di Tenggarong Seberang,” kata Bupati Edi Damansyah.
Pelatihan dan penyuluhan secara teratur diselenggarakan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada petani di Tenggarong Seberang.
Selain pengembangan tanaman pangan, program pertanian di Tenggarong Seberang juga mendorong diversifikasi usaha pertanian, seperti budidaya tanaman hortikultura, perikanan, peternakan, dan agrowisata. Diversifikasi ini tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan yang beragam bagi petani.
Pembangunan pertanian di Tenggarong Seberang melibatkan kemitraan antara pemerintah daerah, lembaga penelitian, perguruan tinggi, perusahaan swasta, dan masyarakat lokal. Kolaborasi ini memungkinkan bagi penyediaan sumber daya dan pengetahuan yang lebih luas, serta implementasi program-program yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Pembangunan pertanian di Tenggarong Seberang merupakan tonggak penting dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan di daerah ini. Melalui inovasi, teknologi, pengembangan ekonomi pedesaan, dan kemitraan yang kuat, diharapkan sektor pertanian di Tenggarong Seberang dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal. (Adv/Diskominfo Kukar)








