Strategi Kukar Kendalikan Inflasi Pada 2023 Ini

Foto: Rapat Koordinasi Pemkab Kukar bersama Kemendagri dan instansi pemerintahan secara virtual (Thoriq/mediaetam.com)
Foto: Rapat Koordinasi Pemkab Kukar bersama Kemendagri dan instansi pemerintahan secara virtual (Thoriq/mediaetam.com)

Mediaetam.com – Oktober ini, bayang-bayang inflasi menghantui. Dampak El Nino yang menyebabkan kemarau dan karhutla, membuat harga sembako turut naik. Sejumlah strategi pun pemerintah harus siapkan untuk menekan inflasi. Kukar pun sudah menyiapkan langkahnya.

Kepala Bagian Perekonomian Kukar Haryo Martani pun memaparkan strategi untuk menekan inflasi. Langkah mereka pun sejalan dengan yang disampaikan oleh Mendagri RI.

“Jadi di kukar ada tim pengendalian inflasi, kita akan melakukan operasi pasar, Gerakan pasar murah, pemantauan harga dilakukan setiap hari. Minggu depan kami bersama Dinas ketahanan pangan akan melakukan gerakan pasar murah, dan program pemerintah pusat akan melakukan gerakan bersama secara nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, sebelumnya Kukar mendapat insentif dari Pemerintah Pusat berkat kemampuannya menekan inflasi. Haryo juga mengemukakan jika insentif yang diberikan nantinya digunakan sesuai dengan aturan dari kementerian keuangan.

“Dana Insentif yang diberikan sebagai penghargaan itu penggunaannya penanganan inflasi, melawan kemiskinan, melawan stunting, dan investasi, jadi penggunaannya itu diatur juga di kementerian keuangan. Jadi enggak bisa untuk yang lain, dan itu sudah dibagi-bagi. Jadi kemarin itu sudah digunakan kembali untuk penangan inflasi,” papar Haryo.

Kasus inflasi ini terjadi di seluruh Indonesia. Selain pemasok yang kurang, dampak El nino juga mempengaruhi. Secara nasional yang mengalami kenaikan harga yaitu bahan pangan berupa beras, minyak goreng, gula, bawang putih. Sementara khusus di Kukar yang telah mengalami kenaikan yaitu beras, minyak goreng dan transportasi.

Kemarau dan Potensi Inflasi di Seluruh Indonesia

Pemkab Kukar pun turut dalam rapat koordinasi Kemendagri bersama seluruh instansi pemerintah daerah. Rapat ini mereka hadiri secara virtual, Senin (9/10/2023) di Ruang Video Conference Lantai 2 Kantor Bupati.

Dalam pembahasan langkah konkret pengendalian inflasi di daerah tahun 2023. Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian mengatakan kepada pemerintah daerah, pada dua bulan ini bisa mengalokasikan anggaran dalam rangka mewujudkan Gerakan Pasar Murah dan Bantuan sosial-pangan,

“Untuk semua daerah, bulan Oktober-November ini kita genjot dengan APBD yang ada. Baik dari yang terbuka maupun pos regular seperti bansos, untuk dilakukan Gerakan Pasar Murah dan bantuan sosial serta pangan kepada masyarakat non mampu secara massif kita lakukan secara terus menerus,” jelasnya.

Selain itu ia juga meminta untuk memodifikasi cuaca dalam rangka pembuatan hujan buatan. Agar dapat mengatasi masalah pangan. “Dan yang utama sekali adalah modifikasi cuaca dalam rangka hujan buatan. Sehingga bisa mengatasi karhutla maupun mengatasi kekeringan air”.

Pada akhir rapat koordinasi Tito menyampaikan kepada seluruh pemerintah daerah agar berkreasi untuk menjaga pasokan dan menurunkan harga beras. Dalam waktu sebulan ini yang mampu menurunkan harga beras dengan baik, akan mendapat penghargaan. Baik dari presiden maupun menteri keuangan dalam bentuk dana insentif.

“Silakan rekan-rekan dipikirkan langkah-langkah kreatif, inovatif untuk menurunkan harga beras di daerah masing-masing,” tutupnya.(Thoriq/Mediaetam.com)

Bagikan:

Pos terkait