TENGGARONG – Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Kutai Kartanegara terus melangkah progresif dalam memperkuat jaringan dan mendukung pertumbuhan Wirausaha Muda di Kutai Kartanegara. Di bawah naungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, FKP tidak hanya menjadi wadah kepemudaan, tetapi juga menjadi penggerak utama bagi ekonomi kreatif yang berbasis pada potensi lokal.
FKP Kukar kini memiliki 102 anggota aktif yang tersebar di berbagai kecamatan. Mereka bukan sekadar penonton, melainkan pelaku langsung dalam berbagai program pelatihan, pendampingan usaha, dan kegiatan sosial yang mendukung tumbuhnya jiwa wirausaha di kalangan pemuda.
Aktif di Enam Kecamatan, FKP Dorong Kolaborasi dan Inovasi
Derry Wardana, Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Kukar, menyampaikan bahwa sejak awal pembentukannya, FKP Kukar memang difokuskan untuk menggerakkan sektor wirausaha muda dengan pendekatan yang lebih dekat dengan generasi milenial dan Gen Z.
“Kalau ingin menarik minat generasi muda, kita harus ajak mereka terlibat langsung dalam kegiatan. FKP berhasil memfasilitasi itu,” ujar Derry.
Tak hanya itu, Ketua FKP Kukar, Indah Yulita Sari, bersama timnya secara aktif membentuk kepengurusan di enam kecamatan. Langkah ini tidak hanya memperluas jangkauan program, tetapi juga menguatkan jaringan antar pelaku Wirausaha Muda di Kutai Kartanegara.
“Kami percaya bahwa program kewirausahaan harus hadir hingga ke akar rumput. Kami sudah mulai membentuk sentra kewirausahaan di berbagai titik strategis agar para pelaku usaha muda bisa langsung terhubung dengan pasar,” terang Indah.
Sentra Wirausaha dan Kemitraan Berkelanjutan
Salah satu terobosan nyata yang dilakukan FKP adalah membentuk sentra wirausaha di lokasi strategis seperti di kawasan Dekranasda Kukar di Jl. Gunung Pendidik dan Simpang Odah Etam (SOE). Sentra ini menjadi tempat strategis bagi pemuda untuk memasarkan produk-produk unggulan mereka, mulai dari kerajinan tangan hingga kuliner lokal.
Semua program ini bukan hanya lahir dari ide top-down, tapi juga merupakan inisiatif langsung dari para anggota FKP yang bekerja sama dengan Klinik Wirausaha Mandiri (WPM) dan Dispora Kukar. Sinergi ini semakin kuat berkat keterlibatan komunitas, akademisi, dan media lokal.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada kolaborasi lintas sektor. Apalagi, akademisi bisa memberi penilaian objektif terhadap performa wirausahawan muda, yang ke depan bisa jadi tolok ukur keberhasilan program,” jelas Derry lagi.
FKP Kukar kini menjadi motor penggerak Wirausaha Muda di Kutai Kartanegara yang menggabungkan semangat inovasi dengan semangat gotong royong. Dengan jumlah anggota yang terus bertambah dan dukungan program yang semakin strategis, ekosistem kewirausahaan di Kukar perlahan namun pasti tumbuh lebih kokoh.








