Festival Menjala Danau Saguntur: Angkat Potensi Wisata dan Budaya Lokal Desa Sangkuliman

Pamflet Festival Menjala Danau Saguntur (Doc. Instagram Pokdarwis BMT)
Pamflet Festival Menjala Danau Saguntur (Doc. Instagram Pokdarwis BMT)

TENGGARONG – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) BMT (Bertata, Menata, Tertata) Desa Sangkuliman tengah bersiap menyelenggarakan Festival Menjala Danau Saguntur, sebuah kegiatan berbasis budaya dan lingkungan yang mengangkat potensi danau yang belum banyak dikenal sebagai destinasi wisata.

Rojali, Ketua Pokdarwis Desa Sangkuliman, menjelaskan bahwa inti kegiatan ini adalah event menjala ikan secara tradisional di Danau Saguntur, dengan menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan. Festival ini juga diharapkan menjadi ajang edukasi untuk menghapus praktik ilegal seperti setrum, racun, atau monopoli penangkapan ikan yang merusak ekosistem danau.

“Menjala ini bukan hanya tradisi, tapi juga bentuk perlindungan terhadap lingkungan. Kita ingin danau ini tetap lestari, sambil memperkenalkan potensi wisata lokal yang selama ini belum tereksplorasi,” tuturnya kepada pihak mediaetam.com.

Selain menjala, masyarakat juga akan dimanjakan dengan Festival Kuliner “Iwak Besumap”, yang menampilkan ragam olahan ikan serta makanan berbahan dasar kelapa seperti kue kicak dan kelepon. Desa Sangkuliman sendiri dikenal sebagai pulau penghasil kelapa, di mana hampir setiap rumah memiliki 2–3 pohon kelapa.

“Festival kuliner akan diikuti oleh 8 RT dan disiapkan untuk menjadi paket wisata lokal. Pembeli bisa menikmati satu loyang hidangan untuk porsi 5 orang, sehingga cocok untuk wisata kuliner bersama keluarga,” jelasnya.

Tak hanya itu, festival juga akan menampilkan Bioskop Terapung yang memutar film-film bertema lingkungan, khususnya terkait tiga danau besar di Kalimantan Timur: Danau Semayang, Jempang, dan Melintang. Dari 26 film, lima telah dikurasi untuk diputar selama festival berlangsung.

Pemutaran akan dimulai di dermaga Desa Sangkuliman pada 20 Juli 2025 setelah salat Maghrib, dilanjutkan di Desa Muara Senggolan pada 22 Juli dan Desa Tanjung Jone pada 25 Juli.

Dengan persiapan yang sudah mencapai 75 persen, Festival Menjala Danau Saguntur diharapkan tidak hanya menjadi hiburan warga, tetapi juga mendorong pelestarian budaya, memperkuat identitas lokal, serta mempromosikan pariwisata di kawasan danau.

Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait