Kukar – Pesut Mahakam, si smiling dolphin yang hidup di air tawar itu, kini lebih banyak hidup di kawasan Mahakam Tengah, yaitu di Sungai Belayan, Kedang Rantau, Kedang Kepala, dan sekitar Danau Semayang – Melintang, yang ada di Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Jumlahnya yang tersisa sekitar 60an ekor, harus dilestarikan. Jangan sampai punah. Meskipun, sejumlah ancaman masih menghantui Pesut Mahakam. Utamanya adalah ekosistem yang rusak. Co-founder YK RASI (Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia) Danielle Kreb memaparkan kematian Pesut Mahakam masih terjadi. Paling banyak mereka terkena jaring ikan. Namun, pihaknya sudah membagikan pinger sonar ke nelayan untuk dipasang di rengge atau jaring. Selain itu, memastikan ruang hidup mereka dengan menjadikan kawasan konservasi di habitatnya.
“Jadi, ruang itu jadi tempat Pesut Mahakam benar-benar aman,” sambungnya.
Pada 2023 lalu, kematian pesut akibat jaring pun menurun, baru satu kematian pesut Mahakam. Harapannya, jumlah pesut mahakam akan meningkat, seiring dengan kelahiran bayi-bayi baru.
Pembuatan Perda perlindungan Pesut Mahakam sudah ada sejak akhir tahun 2022. Raperda pun diharapkan bisa disahkan pada 2024 ini. (Adv/Diskominfo Kukar)








