Mediaetam.com, Kukar – Pemilahan sampah organik dan non-organik pada masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar), masih jadi pekerjaan rumah. Padahal, pengelolaan sampah yang tak benar bisa menyebabkan bencana di kemudian hari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alfian Noor pun mengupayakan pengelolaan sampah dengan baik di rumah tangga, yang diharapkan dimonitori oleh pemerintah dan diikuti seluruh lapisan masyarakat.
“Tujuannya adalah untuk mengedukasi pada masyarakat kita bahwa pengelolaan sampah itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi juga merupakan bagian dari seluruh tanggung jawab bersama,” ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alfian Noor. Selasa,(21/2/2023).
Menurutnya, aksi ini memberikan edukasi pada masyarakat dengan mulai melakukan pemilahan, dan pemilahannya dimulai dari rumah. Jadi, akan disampaikan bagaimana memilah yang organik dan non organik.
“Tim kita akan menyampaikan bagaimana memilah sampah dimulai dari sampah rumah tangga,” kata Alfian.
Permasalahan sampah tentunya merupakan tanggung jawab dari semua pihak yang ada. Penggalakan prinsip 4R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace) tentunya harus dikampanyekan dengan lebih masif lagi kepada masyarakat. Para pihak terkait tentunya harus lebih gencar lagi mengenalkan konsep tersebut kepada masyarakat dan pihak-pihak lain dalam pengelolaan sampah.
“Pemerintah bersama pihak terkait tentunya harus memberikan imbauan kepada masyarakat, mulailah untuk melakukan pemilahan sampah mulai dari rumah, karena masih banyak sampah-sampah yang mempunyai nilai ekonomis dan bisa memberikan manfaat,” tuturnya
Selain itu, mengganti beberapa barang plastik seperti penggunaan kantong plastik yang harus dikurangi juga menjadi salah satu “pekerjaan rumah” yang hingga saat ini belum efektif. Meskipun dalam beberapa tempat penggunaan kantong plastik sebagai salah satu sumber utama limbah sampah non-organik telah dikurangi dan diganti dengan tas berbahan kertas ramah lingkungan dan bahan tahan lama lainnya, akan tetapi hal tersebut belum menghasilkan sesuatu yang cukup konkret.
“Dari kajian yang kita lakukan itu masih merupakan persentase terbesar budaya yang tidak melakukan pengelolaan sampah dengan baik di rumah tangga dan juga penegakan yang memang kurang,” ungkapnya
Kendati demikian, Alfian berharap dengan dilakukannya aksi kegiatan ini, kesadaran masyarakat terkait dengan memilah sampah dari rumah sudah mulai dilakukan.
“Dengan begitu kita berharap kota kita akan semakin bersih lagi,” tutupnya (Indah Hardiyanti)








