Kubar- Air nan jernih dan sungai dengan bebatuan, membuat Batuq Bura selalu ramai tiap akhir pekan. Sebab, seperti merugi, jika ke Kutai Barat, tapi tak ke destinasi wisata alam yang terletak di kampung Lakan Bilem, Kecamatan Nyuatan ini.
Wisatawan yang berkunjung ke Batuq Bura juga bisa melakukan kegiatan arung jeram dengan menggunakan perahu karet dari hulu ke hilir mengikuti arus sungai yang mengalir. Ini tentu saja memerlukan keberanian yang tinggi.
Tetapi, jika tidak punya cukup nyali, bermain air di sungai yang dangkal ini, juga menyenangkan. Bebatuan sungai kecil, juga bisa jadi alat untuk adu skill. Siapa yang bisa susun batu sampai tinggi tanpa terjatuh, dia yang paling jago.
Apalagi, akses masuk menuju kawasan wisata Batuq Bura juga cukup bagus dengan medan jalan yang sudah di cor. Juga tak terlalu jauh dari kota. Jarak tempuh dari pusat Kabupaten Kutai Barat, Sendawar kurang lebih 20 Km dan memakan waktu kurang lebih satu jam berkendara.
Kebersihan diutamakan di kawasan ini. Warga kampung yang mengelola langsung melalui Badan Usaha Milik Kampung (Bumka) dari Desa/Kampung Lakan Bilem.
“Lokasi wisata ini sering dijadikan tempat camping oleh warga di Kutai Barat, ada juga yang datang dari jauh” kata Petugas Bumka Desa Lakan Bilem, Yosianus moja kepada media ini.
Pantauan media ini, Fasilitas penunjang di lokasi wisata ini terlihat sudah cukup bagus seperti gazebo, toilet umum dan penjual makanan ringan yang berjejer di kawasan tersebut.
“Di sini bisa juga untuk kegiatan arung jeram, sudah ada disediakan perahu karet juga,” katanya.
Tempat wisata ini diharapkan bisa terus dikelola dengan baik dan terus diperhatikan oleh masyarakat bersama pemerintah.
Sebab, Destinasi wisata Batuq Bura ini merupakan salah satu objek wisata yang berpotensi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik itu bagi kampung dan juga Kabupaten Kutai Barat. (Iswanto/Adv).








