TENGGARONG -Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker), Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), rutin menggelar diklat melalui program “Kukar Siap Kerja” setiap tahunnya. Bahkan untuk di 2024 Distransnaker kembali mengajukan anggaran Diklat sebesar Rp 11 Miliar,untuk melanjutkan program tersebut.
Menyikapi hal itu Ketua DPRD Kukar, Abdul Rasyid mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi program “Kukar Siap Kerja” yang terus berkomitmen untuk meminimalisir angka pencari kerja di Kukar. Hanya saja menurut politisi asal Partai Golongan Karya (Golkar)tersebut, kedepannya perlu adanya pertimbangan khusus untuk membuat Balai Diklat sendiri untuk lebih memaksimalkan lagi upaya-upaya yang dimiliki.
“Sampai Sejauh ini, belum ada arah kesana. hanya saja kalau dari kami seandainya itu memang diperlukan kenapa tidak,” terang Abdul Rasyid.
Selanjutnya, selain itu bila melihat angka pencari kerja (Pencaker) yang setiap tahunnya terus meningkat. Memang diperlukan adanya upaya ekstra untuk meminimalisir Pencaker Di wilayah Kukar.
“Persoalan ini pastinya jadi atensi kami, oleh sebab itu memang kedepan perlu penanganan ekstra. Apalagi setiap tahun Pencaker ini terus mengalami peningkatan jumlah,” tandasnya.
Dan untuk diketahui dari data yang ada di 2022 lalu, yang diterbitkan BPS Kukar 2022, jumlah pengangguran tembus di 20.400 orang atau 5,7 persen dari jumlah penduduk Kukar yang mencapai sekitar 729.000 orang. (*/rm6)








