TENGGARONG – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Murni (APBD-M) 2024, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) naik menjadi Rp12,6 triliun. Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin pun menganggap hal ini menjadi angin segar. Sebab, akan menjadi amunisi untuk menuntaskan program-program Kukar Idaman di 2024 dan Pembangunan yang ada.
Namun tak dipungkirinya, bercermin dari Anggaran di APBD Perubahan 2023, adanya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (silpa) tak dapat dihindari. Oleh sebab itu, pada 2024, pihaknya akan menerapkan pola baru untuk memaksimalkan penyerapan anggaran. Tentunya sesuai dengan aturan yang ada.
“Melihat angka kenaikan ini, memang Silpa tak dapat kita hindari kalau bercermin di 2023. Namun kita optimistis di 2024 penyerapan akan lebih maksimal,” jelasnya.
“Terutama terkait pekerjaan fisik kedepannya kita perlu mempercepat penyerapannya, karena sering terjadi penumpukan di akhir anggaran,” sambungnya.
Lanjutnya, apalagi untuk di 2024 ini untuk program Kukar Idaman yang sebelumnya pihaknya targetkan dapat dituntaskan di tahun 2026, akan dipercepat di 2024 ini agar dapat segera terselesaikan.
“Di 2024 ini kita yakin penyerapan akan maksimal. Apalagi Program yang kita targetkan sebelumnya di 2024, akan di genjot di 2026. Tentu akan membuat daya serap lebih besar lagi kedepannya,” tandasnya. (rm6/mediaetam.com)








