TENGGARONG – Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi daerah yang menempati posisi pertama kasus stunting di Kaltim dengan angka 27,1%. Namun, di tengah upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dalam meminimalisir kasus stunting, justru ditemukan kasus-kasus baru dalam terjadinya stunting di Kabupaten Kukar. Sebabnya pun ternyata tak melulu soal ekonomi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono, memaparkan hal ini dalam acara Diseminasi Audit Kasus Stunting Semester 2 tahun 2023 Kukar. Dia mengatakan, memang hasil data tahun 2023 belum rampung. Namun, pihaknya justru menemukan adanya kasus baru dalam masyarakat yang menjadi penyebab stunting.
“Dari agenda ini, kita menemukan adanya beberapa kasus baru. tentu kami menyikapinya dengan serius dan perlu adanya pendekatan secara khusus agar persoalan kasus baru tersebut bisa teratasi,” jelas Sunggono.
Lanjut dia memaparkan, dimana dari kasus terbaru yang pihak terima ada beberapa penyebab stunting yang tak melulu karena ekonomi. Seperti kasus ibu menyusui namun dalam kondisi diet yang berimbas kepada bayi sebagai penerima asi. Atau lingkungan keluarga yang yang tidak sehat karena asap rokok dan obesitas dini yang cenderung mengarah kepada stunting.
“Kasus baru yang dikemukakan para ahli ini memang cenderung berbeda pada umumnya dalam penyebab stunting. Oleh sebab itu kedepannya kami akan lebih berperan aktif, dimana selain memenuhi kebutuhan gizi. Edukasi kepada masyarakat terutama keluarga juga akan kami gencarkan,” ucapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB), Adinnur di tempat yang sama juga menyatakan hal yang senada. Namun dirinya optimistis meski untuk data terbaru kasus stunting belum ada. Tetapi untuk wilayah Kukar dipastikan adanya penurunan drastis dalam kasus stunting.
“Meski ada temuan kasus-kasus baru, ini. kami tetap optimistis untuk persoalan stunting di Kukar tahun ini mengalami penurunan,” ucapnya.
“Dan terkait kasus baru yang ditemukan, tentu kami akan menyikapinya dengan serius. Salah satu upaya melalui edukasi yang akan kami berikan melalui tim pendamping keluarga dari DP2KB,” tutupnya. (rm6/mediaetam.com)
baca juga: Gotong Royong Turunkan Angka Stunting Kukar








