Tenggarong – Suasana penuh harapan meliputi Desa Kerta Bhuana ketika Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letjen TNI Tandyo Budi R, tiba untuk meninjau penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-122 pada Kamis (31/10). Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Bambang Arwanto, serta jajaran Forkopimcam dan Dandim 0906/Kukar ikut menghadiri acara ini.
Selain itu, kegiata ini juga menandai berakhirnya pelaksanaan program yang berfokus pada pembangunan desa dan pertanian.
Dalam sambutannya, Pjs Bupati Kukar menyampaikan, “Selamat datang kepada Letjen TNI Tandyo Budi R beserta rombongan di Kabupaten Kukar. Kami sangat berterima kasih kepada jajaran TNI Angkatan Darat atas dukungan dan kolaborasi yang luar biasa dalam mendukung percepatan pembangunan, terutama dalam sektor pertanian.”
Apresiasi ini menunjukkan betapa pentingnya sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Kegiatan TMMD ke-122 di Kukar merupakan bukti nyata dari kolaborasi ini. TMMD tidak hanya membangun jalan dan jembatan, tetapi juga memperkuat akses ke fasilitas pertanian.
“Adanya kegiatan TMMD ini sangat membantu dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, terutama di wilayah-wilayah yang akses dan fasilitasnya masih terbatas,” ungkap Bambang. Infrastruktur yang dibangun diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertanian dan ekonomi lokal.
Program TMMD Mencakup Sasaran Kegiatan Fisik
Program TMMD mencakup berbagai sasaran kegiatan fisik, termasuk pembangunan jalan usaha tani sepanjang 3.200 meter. Tidak terkecuali program rehabilitasi jembatan penghubung pertanian sebanyak 12 unit. Selain itu, proyek lain yang diselesaikan meliputi pembuatan dan rehabilitasi gorong-gorong serta cek dam untuk meningkatkan pengairan pertanian. Semua kegiatan ini diselesaikan dalam waktu singkat, hanya dalam tiga minggu.
“Ini sangat luar biasa, hasil kerja TNI bersama rakyat,” puji Bambang Arwanto.
Wakasad Tinjau Penutupan TMMD ini juga berfokus pada pembangunan tambahan yang mendukung kesejahteraan warga. Proyek rehabilitasi rumah tidak layak huni, penanaman pohon, serta pembuatan sarana MCK dan sumur bor merupakan beberapa inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Pemkab Kukar berharap, hasil dari program ini dapat dijaga dan dipelihara oleh masyarakat, agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Dengan Kukar sebagai salah satu lumbung pangan di Kalimantan Timur, upaya peningkatan infrastruktur dan ketahanan pangan sangatlah vital.
“Kabupaten Kukar telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penyediaan pangan, termasuk beras, di provinsi ini,” tegas Bambang. Sinergi yang terjalin melalui TMMD akan terus berlanjut untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Acara yang bersejarah ini, di mana Wakasad Tinjau Penutupan TMMD, menandai komitmen TNI dalam mendukung pembangunan daerah. Penutupan TMMD ke-122 di Kabupaten Kukar menjadi langkah awal menuju desa yang lebih mandiri dan sejahtera, di mana setiap langkah pembangunan diharapkan dapat mengangkat taraf hidup masyarakat setempat.








