Tenggarong – Camat Desa Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara, Zulkifli, mengungkapkan harapan besar terhadap perkembangan wilayahnya, terutama di bidang pertanian dan penguatan masyarakat hukum adat.
Dalam wawancaranya Zulkifli menjelaskan bahwa, dengan adanya infrastruktur jalan yang semakin baik, berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kutai Kartanegara, khususnya di Kota Bangun Darat, dapat lebih mudah terealisasi.
“Salah satu kebanggaan masyarakat setempat adalah potensi wisata Air Terjun Kandua Raya yang kini mulai menarik perhatian di tingkat provinsi dan nasional,” ucapnya.
Selain itu, Zulkifli menekankan pentingnya penguatan masyarakat hukum adat di wilayahnya.
“Saat ini, proses pembentukan dan pengakuan masyarakat hukum adat di Desa Kedang Ipil dan sekitarnya sudah berjalan dengan difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) dan didukung oleh tokoh masyarakat serta pemerintah setempat, Di tahun 2024 ini diharapkan penguatan ini bisa terealisasi melalui Surat Keputusan (SK) dan Peraturan Daerah (Perda) yang akan memperkuat posisi masyarakat hukum adat,” ucap Zulkifli.
Di sektor pertanian, Zulkifli mengungkapkan bahwa hampir 70 persen masyarakat Desa Kota Bangun Darat menggantungkan hidup pada sektor ini. mereka juga menyadari perlunya peningkatan dalam pengelolaan lahan pertanian yang masih belum optimal, terutama terkait dengan perkebunan sawit dan potensi pertambangan yang ada di wilayahnya. Salah satu contoh keberhasilan adalah seperti Desa Sarinadi, yang menjadi model pengembangan pertanian beras non-organik Mentik Susu.
Selain itu, masalah irigasi juga menjadi perhatian utama. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui kecamatan telah memulai sejumlah program untuk mengoptimalkan sistem irigasi, yang diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan dan memaksimalkan hasil pertanian di daerah tersebut.
Dengan semua program yang sedang berjalan, Zulkifli berharap Desa Kota Bangun Darat dapat menjadi wilayah yang lebih mandiri, sejahtera, dan mampu memanfaatkan potensi alam dan budaya. (Nur Fadillah Indah/Mediaetam.com)








