Tenggarong – Dalam upaya memastikan kelancaran Pilkada Serentak 2024, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) berpartisipasi dalam rapat virtual yang dipimpin oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik. Acara yang berlangsung pada Rabu (27/11) ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dari Kukar, termasuk Sekretaris Daerah Sunggono, Kapolres Kukar AKBP Heri Rusnyaman, dan Dandim 0906 Letkol CZI Damai Adi Setiawan.
Rapat yang berlangsung di Ruang Eksekutif Kantor Bupati Kukar juga melibatkan Ketua KPU Kukar Rudi Gunawan, Ketua Bawaslu Teguh Wibowo, serta Kepala Kesbangpol Rinda Desianti. Diskusi dalam forum tersebut berfokus pada pemantauan kondisi Pilkada di seluruh wilayah Kalimantan Timur, dengan Kukar menjadi salah satu daerah yang menonjol dalam partisipasi masyarakatnya.
Data Pemilih dan Kondisi Pilkada Kukar
Sunggono melaporkan bahwa situasi Pilkada di Kukar berlangsung aman dan kondusif. “Alhamdulillah, semua proses berjalan sesuai dengan prinsip demokrasi, baik dari tahap pemungutan hingga penghitungan suara,” katanya.
Jumlah pemilih di Kukar tercatat sebanyak 562.469 orang, dengan 287.725 laki-laki dan 264.744 perempuan. Mereka memberikan suara di 1.447 TPS yang tersebar di 20 kecamatan, 237 kelurahan, dan 193 desa. Menurut Sunggono, angka ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat Kukar dalam menggunakan hak pilih mereka.
Apresiasi untuk Masyarakat Kukar
Sunggono menyampaikan penghargaan atas dukungan dan partisipasi aktif dari warga Kukar dalam Pilkada. “Keberhasilan ini adalah hasil dari kerja keras bersama, baik dari penyelenggara pemilu, aparat keamanan, hingga masyarakat yang turut menjaga ketertiban,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya sikap sportif dalam menerima hasil Pilkada. “Apa pun hasilnya, kita harus tetap bersatu. Kukar adalah miniatur keberagaman Indonesia yang patut menjadi contoh bagi daerah lain,” tambah Sunggono.
Komitmen Pemkab Kukar untuk Demokrasi yang Berkualitas
Partisipasi Pemkab Kukar dalam rapat ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengawal demokrasi yang jujur dan adil. Pemantauan dan evaluasi secara berkala menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses Pilkada.
Dengan pelaksanaan Pilkada yang berjalan lancar, Kukar memperlihatkan bahwa kerja sama lintas sektor dapat menghasilkan demokrasi yang berkualitas. Harapannya, semangat ini akan terus terjaga untuk menghadapi tantangan ke depan.








