Tenggarong – Pemerintah Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tengah menyiapkan strategi untuk menghidupkan kembali kawasan wisata alam Mapan Tama yang sempat terhenti akibat pandemi COVID-19.
Mapan Tama sebelumnya dikenal sebagai destinasi favorit bagi warga lokal maupun pengunjung dari luar daerah. Namun, sejak pandemi melanda, seluruh aktivitas wisata di kawasan tersebut terhenti total dan belum pulih hingga saat ini.
Kepala Desa Loh Sumber, Sukirno, mengungkapkan bahwa Mapan Tama memiliki nilai historis sebagai tempat rekreasi andalan masyarakat desa.
“Sebelum pandemi, kawasan ini cukup ramai dan jadi kebanggaan desa. Tapi sejak COVID-19, semuanya terhenti,” ujarnya pada Jumat (11/7/2025).
Melihat potensi besar yang dimiliki, pemerintah desa mulai menyusun rencana revitalisasi. Sukirno menegaskan bahwa proses ini dilakukan secara partisipatif melalui musyawarah bersama warga, tokoh masyarakat, dan kelompok lokal.
“Kami sedang menggalang kembali komunikasi dengan masyarakat untuk mengevaluasi dan menyempurnakan konsep pengelolaan wisata ini,” jelasnya.
Langkah awal yang telah diambil adalah mengaktifkan kembali Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai motor penggerak kegiatan wisata desa. Selain itu, pemerintah desa juga merancang ulang konsep tata kelola yang lebih adaptif terhadap kondisi saat ini.
“Pokdarwis sudah kami bentuk ulang. Sekarang fokus kita pada penyusunan ulang konsep wisata yang lebih relevan dan bisa benar-benar membawa manfaat untuk masyarakat,” tutur Sukirno.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam mendukung inisiatif ini.
“Kami optimistis Mapan Tama bisa bangkit lagi, asalkan semua pihak terlibat dan kompak,” tutupnya.








