Kukar Tetap Jalankan Da’i Masuk Desa & Satu Desa Satu Tahfiz di 2026, Fokus pada Daerah yang Belum Terjangkau

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar, Dendi Irwan Fahriza. (Nur/Media Etam)

TENGGARONG – Program pembinaan keagamaan di Kutai Kartanegara dipastikan tetap berlanjut pada 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar menegaskan dua program unggulannya, Da’i Masuk Desa serta Satu Desa Satu Tahfiz, akan terus diperkuat dan diperluas jangkauannya.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar, Dendi Irwan Fahriza, mengatakan keberlanjutan program tersebut merupakan komitmen pemerintah dalam menghadirkan tenaga keagamaan yang merata di seluruh kecamatan, desa, dan kelurahan. Menurutnya, Kukar ingin memastikan pembinaan agama dapat dirasakan langsung masyarakat hingga pelosok.

Bacaan Lainnya

Program ini bukan sekadar pengiriman tenaga pengajar agama. Kehadirannya juga menjadi bagian dari pembentukan karakter masyarakat yang religius, sejalan dengan pengembangan visi Kukar Idaman menjadi Kukar Idaman Terbaik.

“Untuk program tahun depan, kami sedang menyiapkan pola rekrutmennya. Targetnya, seleksi bisa mulai dilakukan pada November ini,” ujar Dendi.

Pemkab Kukar akan memprioritaskan wilayah yang selama ini belum memiliki da’i atau tahfiz. Hal ini dilakukan agar tidak ada lagi daerah yang kekurangan tenaga pengajar agama. Selain itu, pihaknya akan melakukan pendataan ulang untuk memperbarui informasi dari pelaksanaan lima angkatan sebelumnya.

“Masih ada beberapa daerah yang belum terjangkau. Itu yang akan kami prioritaskan,” tambahnya.

Pemerataan Tenaga Keagamaan

Kesra Kukar juga berencana mengundang camat serta Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) untuk berkoordinasi terkait pemerataan tenaga keagamaan. Pertemuan tersebut akan membahas daftar desa dan kelurahan yang hingga kini belum menerima penempatan da’i maupun tahfiz.

Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat kegiatan dakwah, tetapi juga dapat mencetak tenaga pendidik Al-Qur’an yang mampu mengajar di sekolah atau lembaga pendidikan agama setempat. Para peserta nantinya didorong untuk berperan aktif di masyarakat, bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga pembina keagamaan.

Saat ini, terdapat sekitar 250 da’i dan tahfiz yang telah ditempatkan di 193 desa, 44 kelurahan dan 20 kecamatan. Mereka juga aktif terlibat dalam kegiatan keagamaan daerah, termasuk safari subuh di beberapa kecamatan.

“Di beberapa kecamatan seperti Kenohan, Kembang Janggut, Kota Bangun, hingga Muara Wis, para imam dan petugasnya berasal dari program Da’i dan Tahfiz Kukar Idaman,” tutup Dendi. (Nur/Adv/Prokom Kukar)

Bagikan:

Pos terkait