HUT ke-34 Tirta Mahakam: Bupati Aulia Dorong Efisiensi lewat AI, “Setiap 1 Persen Bocor Itu Setara 300 Juta”

Bupati Aulia Rahman Basri potong tumpeng dan diberikan kepada Direktur Utama PDAM Kukar (Perumda Tirta Mahakam) Suparno, Senin (19/1/26). (Dilla/Mediaetam.com)

TENGGARONG – Pagi di halaman kantor Perumda Air Minum Tirta Mahakam terasa lebih khidmat dari biasanya, Senin (19/1/2026). Perusahaan daerah yang menjadi jantung distribusi air bersih di Kutai Kartanegara ini genap berusia 34 tahun. Namun, di balik perayaan syukur tersebut, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menitipkan pesan yang cukup menantang: PDAM harus lebih lari dalam urusan pelayanan dan teknologi.

“Tepat hari ini 34 tahun PDAM berdiri. Isu besarnya adalah bagaimana kita tumbuh bersama. Saya berpesan agar PDAM menjaga kontinuitas dan kualitas pelayanan,” ujar Bupati Aulia.

Bacaan Lainnya

Bupati Aulia tak sekadar memberi ucapan selamat. Ia langsung menyebut data statistik yang menjadi pekerjaan rumah besar. Saat ini, tingkat kebocoran air atau Non-Revenue Water (NRW) masih berada di angka 42 persen. Meski angka ini sudah berhasil ditekan hingga di bawah separuh (50%), Bupati Aulia ingin Tirta Mahakam bergerak lebih progresif menuju angka toleransi di kisaran 25 persen.

Logikanya sederhana namun fatal secara bisnis. Setiap tetes air yang bocor di pipa-pipa sambungan bukan hanya soal air yang terbuang, tapi soal potensi pendapatan yang menguap begitu saja.

“Kalau di PDAM, air yang bocor itu ekuivalen dengan uang yang sebenarnya harus masuk. Kita ingin aliran air yang sudah terpasang tidak ada lagi macet-macetnya, dan kualitasnya pun makin jernih,” jelasnya.

Tingkatkan Efisiensi dengan AI

Untuk menjawab tantangan itu, Tirta Mahakam kini mulai melirik teknologi mutakhir. Perusahaan mulai menggandeng pihak ketiga untuk memasang teknologi Kecerdasan Buatan (AI) yang berfungsi sebagai “detektif” pencari titik kebocoran secara presisi.

Aulia memaparkan hitung-hitungan yang cukup mengejutkan terkait efisiensi ini. Di atas kertas, setiap persen kebocoran yang berhasil ditambal memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi bagi kas daerah.

“Setiap satu persen kebocoran yang bisa kita tangani, kita bisa menghemat sekitar 300 juta rupiah. Kalau teknologi AI ini bisa membantu kita menekan hingga tiga persen, artinya ada 900 juta rupiah yang bisa kita efisienkan,” ungkap Bupati dengan nada optimis.

Di usia yang kian matang, Bupati Aulia mengapresiasi upaya PDAM yang terus berbenah secara statistik. Namun baginya, inovasi adalah harga mati agar Tirta Mahakam tak hanya tua secara usia, tapi juga modern secara pelayanan.

Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait