TENGGARONG — Data SIGA DP3A Kalimantan Timur menunjukkan jumlah kepala keluarga perempuan kukar terbanyak nomor tiga di Kalimantan Timur. Dari data tersebut, ada 46,1 ribu perempuan yang jadi kepala keluarga dari sekitar 266 ribu kepala keluarga di kabupaten ini. Di bawah Samarinda dan Balikpapan.
Baik perempuan maupun laki-laki, tak masalah menjadi kepala keluarga. Hanya saja, kesenjangan akses pendidikan dan kesempatan mengaktualisasi diri masih terjadi antara perempuan dan laki-laki. Hal ini terlihat dari data rata-rata lama sekolah di Kukar, perempuan masih tertinggal dari laki-laki. Data Badan Pusat Statistik, laki-laki di Kukar rata-rata mengenyam pendidikan selama 9,62 tahun. Sedangkan, perempuan hanya 8,83 tahun.
Maka dari itu, mengupayakan pemberdayaan dan membuka akses untuk para perempuan kepala keluarga ini, masih menjadi pekerjaan rumah Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Salah satu yang diupayakan adalah mendorong di sektor perdagangan. Misal pada Sabtu (2/8/2025), instansi ini meluncurkan Gerai Berkah PEKKA, sebagai bagian dari program PIJAR (Perempuan Inspiratif Jual Asa dan Rasa) yang ditujukan untuk mendukung perempuan kepala keluarga (PEKKA).
Launching berlangsung di Jalan Imam Bonjol No. 56 RT 3, Kelurahan Melayu, Tenggarong, pada Sabtu (2/8/25), dan diresmikan oleh Plt Kepala Dinas DP3A Kukar, Hero Suprayetno.
Gerai ini diharapkan menjadi wadah strategis bagi para perempuan PEKKA untuk memasarkan hasil produksi mereka, baik makanan maupun produk ekonomi kreatif lainnya.
Hero menambahkan, pihaknya akan mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan stakeholder seperti jaringan minimarket.
“Nanti kita akan bangun komunikasi dengan Indomaret, Alfamidi, dan sebagainya agar mereka menyediakan ruang bagi produk-produk PEKKA. Untuk perizinan dan fasilitasi, kita akan libatkan Dinas Penanaman Modal,” jelasnya.
Lebih lanjut, dirinya menegaskan pentingnya keterlibatan dunia usaha dalam mendukung penguatan ekonomi keluarga. “Harapan kita, produk-produk PEKKA bisa masuk pasar dan membantu meningkatkan kualitas hidup serta ketahanan keluarga mereka.” Jelasnya.
Selain itu, DP3A Kukar juga mendorong agar produk PEKKA berbasis bahan baku ikan, sejalan dengan kampanye nasional gemar makan ikan. Program ini menjadi langkah strategis Kukar dalam menciptakan lingkungan ekonomi inklusif dan berkelanjutan bagi perempuan kepala keluarga, sekaligus membangun ketahanan sosial keluarga di tengah tantangan ekonomi saat ini.
“Tujuannya tidak hanya mendorong ekonomi, tapi juga untuk mendukung kecerdasan anak-anak dan mencegah stunting,” pungkas Hero.
Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








