AKAR Kukar Dorong UMKM dan Pelaku Ekraf Kota Bangun Lebih Melek Digital dan Bisnis Kreatif

Sosialisasi dan Workshop management usaha dan digital marketing di Kota Bangun. (Doc. Zikri Umulda)

KOTA BANGUN – Aula Kantor Camat Kota Bangun ramai oleh para pelaku usaha kreatif dan UMKM, Jumat (11/10/2025). Mereka mengikuti pelatihan dan workshop bertema seni pertunjukan dan musik yang menjadi bagian dari program baru Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Kukar) lewat Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif (Ekraf).

Program ini diberi nama AKAR Kukar (Aksi Kreatif Angkat UMKM Kukar). Tujuannya sederhana tapi kuat, memperkuat pondasi para pelaku ekonomi kreatif agar lebih siap menghadapi tantangan zaman, terutama dalam hal manajemen keuangan, digitalisasi usaha, hingga pembuatan profil bisnis yang profesional.

Bacaan Lainnya

“Program AKAR Kukar ini kami rancang agar pelaku ekraf bisa berkembang bukan hanya dari sisi produksi, tapi juga dari manajemen dan pemasaran. Dari situ, nanti muncul data profiling bisnis pelaku ekraf yang bisa jadi dasar kebijakan pengembangan sektor ini,” jelas Kabid Pengembangan Ekraf Dispar Kukar, Zikri Umulda.

Pelatihan kali ini menggandeng Co-Setiap Grup Investama sebagai narasumber, seperti M. Adil Hidayat, Hardiansyah, dan Risman WP. Peserta yang hadir mencapai 50 orang, terdiri dari pelaku kuliner, kriya, serta seni pertunjukan dan musik.

Zikri menambahkan, pelatihan dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama pada 11 Oktober fokus pada manajemen keuangan dan digitalisasi usaha. Sementara tahap kedua pada 17 Oktober 2025 nanti akan membahas bedah produk dan branding, bekerja sama dengan desainer grafis dan influencer lokal untuk membantu peserta meningkatkan kualitas dan promosi produknya.

Kegiatan ini juga didukung oleh berbagai pihak, mulai dari Kecamatan Kota Bangun, Diskop-UKM, Bankaltimtara, komunitas kreatif, hingga pelaku wirausaha lokal.

Kota Bangun Jadi Pilot Project

Selain itu, Dispar Kukar juga mulai menggarap profiling bisnis bagi setiap pelaku ekraf di Kukar, dimulai dari Kota Bangun sebagai proyek percontohan. Profil ini memuat informasi lengkap seperti segmen pelanggan, nilai produk, sumber daya utama, struktur biaya, hingga akses penjualan.

“Profiling ini semacam peta bisnis kreatif. Misalnya, ada kopi shop yang butuh bahan baku, pemerintah bisa menghubungkannya langsung dengan petani kopi. Semacam biro jodoh antara pelaku usaha dan sumber daya,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Zikri berharap para pelaku ekraf bisa lebih sadar pentingnya bisnis yang profesional, kreatif, dan adaptif.

“Bisnis di dunia ekonomi kreatif itu tentang ide. Temukan masalah di masyarakat, ciptakan solusinya, jadikan peluang bisnis. Kelola keuanganmu, temukan mitra yang tepat, dan jangan takut gagal,” pesannya.

Penulis: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait