Akses Jalan Rusak Parah, Lima Desa di Loa Kulu Minta Perhatian Pemerintah

Jalanan rusak yang ditanamai pohon pisang sebagai bentuk protes (Doc. Sukirno)
Jalanan rusak yang ditanamai pohon pisang sebagai bentuk protes (Doc. Sukirno)

TENGGARONG – Warga dari lima desa di wilayah Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mengeluhkan rusaknya akses jalan utama yang menghubungkan desa mereka.

Jalan yang menjadi satu-satunya jalur penghubung antar desa ini mengalami kerusakan parah sepanjang 1,5 hingga 2 kilometer, dan hingga kini belum mendapat penanganan dari pemerintah.

Kepala Desa Loh Sumber, Sukirno, menyampaikan kondisi jalan yang rusak telah menimbulkan banyak kecelakaan, bahkan menyulitkan akses ambulans
untuk mengangkut warga yang sakit.

“Setiap hari ada saja warga yang jatuh, anak sekolah juga sering jadi korban. Kalau ada yang sakit, ambulans pun susah melintas,” ungkapnya.

Kelima desa yang terdampak antara lain Desa Loh Sumber, Jembayan Tengah, Jembayan Dalam, Sungai Payang, dan Long Anai. Sukirno menambahkan, pihak desa bersama warga sudah berupaya melakukan perbaikan secara swadaya, bahkan menanam pohon pisang sebagai bentuk protes dan tanda bahaya di jalan rusak tersebut.

“Ini bentuk keresahan warga. Kita sudah gotong royong, pakai dana sendiri, minta bantuan batu dari orang-orang yang peduli tapi jalan ini tetap rusak karena hujan terus, dan belum ada perhatian serius dari pemerintah,” tuturnya.

Pemerintah desa juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) sejak tahun 2024, namun hingga kini belum ada tindakan nyata yang dilakukan.

Warga berharap pemerintah segera merespons dan mengambil langkah konkret untuk memperbaiki infrastruktur jalan tersebut, agar mobilitas dan keselamatan masyarakat tidak terus-menerus terancam.

“Harapan kami, ini bisa jadi perhatian khusus. Ini bukan hanya masalah satu desa, tapi lima desa yang sangat bergantung pada akses jalan ini,” tutupnya. (Nur Fadillah Indah/mediatam.com)

Bagikan:

Pos terkait