Anti Transfer Atlet, Kukar Bidik Juara Umum Porprov 2026 dengan 100 Persen Atlet Lokal

Kantor Dispora Kukar. (IST)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memasang pagar tinggi bagi para “atlet cabutan” menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026 di Paser. Dalam ajang bergengsi tersebut, Kukar menegaskan hanya akan memberangkatkan atlet yang murni memegang KTP lokal.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, menegaskan bahwa kebijakan ini diambil demi menjaga marwah pembinaan atlet asli daerah. Baginya, prestasi tidak boleh dibeli secara instan, melainkan harus dipupuk dari SDM lokal secara berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

“Kami tetap berpegang pada komitmen mengusung putra-putri daerah. Atlet yang tidak berdomisili atau tidak ber-KTP Kukar tidak akan kami fasilitasi apalagi didaftarkan ke Porprov. Ini langkah strategis agar pembinaan kita konsisten,” tuturnya.

Meski menutup pintu bagi atlet luar, Dispora masih memberikan kelonggaran untuk posisi pelatih. Tenaga ahli dari luar daerah tetap diperbolehkan masuk selama memiliki kompetensi tinggi untuk memoles kualitas atlet-atlet Kukar.

Incar Gelar Juara Umum

Saat ini, sebanyak 56 cabang olahraga (cabor) mulai dipetakan kekuatannya, meski beberapa nomor olahraga perairan masih dalam tahap evaluasi karena keterbatasan atlet.

Ambisi Kukar tidak main-main. Predikat juara umum menjadi target harga mati. Untuk memuluskan misi tersebut, Ketua KONI Kukar, Rahman, menyebut pihaknya telah mengusulkan anggaran fantastis mencapai lebih dari Rp100 miliar.

“Anggaran itu untuk memastikan persiapan atlet maksimal, mulai dari pemusatan latihan atau Training Center (TC) hingga pemenuhan gizi dan fasilitas yang layak. Selama babak kualifikasi, kontingen kita sangat dominan, terutama di cabang bela diri. Kami optimistis juara umum bisa kembali ke pelukan,” kata Rahman.

Ia menjelaskan alur anggaran akan tetap melalui proses verifikasi ketat di KONI sebelum diajukan ke Dispora. Hal ini dilakukan agar setiap rupiah yang keluar benar-benar tepat sasaran untuk kebutuhan atlet di lapangan.

Kini, dengan target tinggi dan modal kepercayaan diri dari hasil kualifikasi tahun 2025, kontingen “Kota Raja” mulai melakukan penjajakan akomodasi di Paser.

Pemkab Kukar ingin memastikan para pejuang olahraga mereka mendapatkan tempat bernaung yang nyaman agar fokus mereka tak terbagi saat berburu emas di tanah orang.

Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait