Warga Santan Ilir Beli Air Rp1,5 Juta per Bulan, PDAM Tirta Mahakam Janji Lakukan Peninjauan

ILUSTRASI: Warga Santan Ilir mendambakan saluran air bersih dari PDAM Kukar. (IST)

MARANGKAYU – Ironi akses air bersih masih menyelimuti warga Desa Santan Ilir, Kecamatan Marangkayu. Selama enam tahun terakhir, warga di desa ini harus merogoh kocek hingga jutaan rupiah setiap bulannya hanya demi mendapatkan air yang layak minum, lantaran sumber air tanah di wilayah mereka dinyatakan tak layak konsumsi.

Berdasarkan hasil penelitian dari Universitas Mulawarman (Unmul), air sumur bor yang selama ini diandalkan warga memiliki kualitas di bawah standar kesehatan. Akibatnya, air bor hanya bisa digunakan untuk keperluan mencuci atau mandi, sementara untuk kebutuhan dapur, warga harus membelinya.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Santan Ilir, Mursalin, mengungkapkan betapa beratnya beban ekonomi yang harus dipikul warganya. Untuk satu tandon air bersih, warga harus membayar Rp100 ribu yang biasanya hanya cukup untuk kebutuhan dua hari.

“Kalau ditotal sebulan, satu keluarga bisa mengeluarkan dana sekitar Rp1,5 juta hanya untuk air. Ini sangat memberatkan, tapi air bersih adalah kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda,” tutur Mursalin, Rabu (28/1/2026).

Mursalin menyebut kondisi ini sudah berlangsung sejak 2020. Penantian panjang akan hadirnya jaringan PDAM hingga kini belum membuahkan hasil. Ia khawatir jika dibiarkan terus-menerus, kualitas kesehatan warga akan terancam karena terpaksa menggunakan air sumur bor yang tidak layak dalam jangka panjang.

Respons PDAM

Menanggapi jeritan warga Santan Ilir, Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam, Suparno, menyatakan komitmennya untuk melakukan pemetaan. Namun, ia meminta masyarakat untuk sedikit bersabar mengingat luasnya wilayah geografis Kutai Kartanegara yang harus dijangkau secara bertahap.

“Kami butuh waktu untuk menuntaskan itu secara bertahap. Geografis Kukar ini sangat luas, kami harus mengecek titik lokasinya terlebih dahulu untuk menentukan teknis penanganannya,” ujar Suparno.

Meski demikian, Suparno menegaskan bahwa penyediaan air bersih di seluruh pelosok Kukar, termasuk Santan Ilir, merupakan tugas pokok yang menjadi prioritas Perumda Tirta Mahakam. Ia berjanji akan menindaklanjuti keluhan tersebut agar standar kualitas hidup warga di sana bisa segera meningkat.

Laporan : Nur Fadillah Indah/Media Etam

Bagikan:

Pos terkait