Spesialis Maling Meteran Air Beraksi di Jalan Naga, Perumda Tirta Mahakam Duga Pelaku Oknum Pemulung

Lokasi Meteran air yang dicuri, Jalan Naga, Tenggarong. (IST)

TENGGARONG – Ketenangan warga di pusat kota Tenggarong kembali terusik oleh aksi pencurian spesialis meteran air. Kasus terbaru terjadi di Jalan Naga pada Rabu (28/1/2026) pagi, di mana warga menemukan air PDAM meluap sia-sia setelah meteran di salah satu rumah raib digondol maling.

Aksi pelaku tergolong nekat karena menyasar rumah yang sedang ditinggal penghuninya. Kejadian ini pertama kali disadari oleh Arni, seorang tetangga korban, yang melihat aliran air deras keluar dari pipa yang sudah tak tersambung.

Bacaan Lainnya

“Tadi pagi saya lewat, kirain pipa lepas saja, ternyata meterannya hilang. Pelaku sepertinya beraksi tadi malam saat pemilik rumah tidak ada,” katanya.

Fenomena ini rupanya bukan yang pertama. Beberapa hari sebelumnya, warga di Jalan Pesut juga mengalami hal serupa. Verinda, salah satu korban, mengaku baru menyadari meterannya hilang saat hendak mencuci baju namun air tidak mengalir.

Kasus yang kian marak ini memicu keresahan di media sosial. Warga mendesak Perumda Tirta Mahakam dan kepolisian untuk segera bertindak tegas sebelum lebih banyak korban berjatuhan. Pasalnya, selain kehilangan alat, warga juga harus menanggung tagihan air yang terbuang percuma akibat kebocoran tersebut.

Diduga Aksi Oknum Pemulung

Menanggapi situasi ini, Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam, Suparno, menduga bahwa pelaku merupakan oknum pemulung yang mengincar material logam di dalam meteran untuk dijual kembali. Ia menyebutkan intensitas pencurian ini cukup tinggi.

“Dugaan kami pelakunya oknum pemulung. Ini sering terjadi, dalam sebulan bisa sampai lima kali meteran air pelanggan hilang dicuri,” ujar Suparno.

Suparno mengimbau agar pelanggan yang menjadi korban segera melapor ke kantor cabang terdekat agar aliran air bisa segera dihentikan dan meteran baru bisa segera dipasang. Ia juga menegaskan akan menyeret pelaku ke jalur hukum jika tertangkap agar memberikan efek jera.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami minta dukungan masyarakat untuk ikut mengawasi fasilitas yang ada di lingkungannya. Jika ada pergerakan mencurigakan, segera laporkan,” pungkasnya.

Laporan : Nur Fadillah Indah/Media Etam

Bagikan:

Pos terkait