TENGGARONG – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mahakam Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya memperluas akses air bersih ke seluruh pelosok daerah. Tahun ini, PDAM menargetkan pemasangan sambungan baru di 4.200 titik yang tersebar di 20 kecamatan.
Direktur PDAM Tirta Mahakam, Suparno, mengungkapkan bahwa wilayah ibu kota kabupaten masih menjadi prioritas utama untuk penambahan jumlah pelanggan tersebut.
“Target pemasangan air bersih kami canangkan di 4.200 titik di seluruh kecamatan Kukar. Namun, memang yang paling banyak titiknya ada di wilayah Tenggarong,” ujar Suparno, Selasa (10/2/2026).
Meski target pemasangan cukup masif, Suparno tidak menampik adanya kendala teknis di lapangan. Faktor geografis dan keterbatasan jaringan pipa masih menjadi tantangan utama yang dihadapi oleh perusahaan pelat merah tersebut.
Ia membeberkan saat ini terdapat dua kecamatan yang masih mengalami minim pasokan air bersih, yakni Muara Jawa dan Muara Badak.
“Tantangannya adalah tidak semua jaringan pipa saat ini terpenuhi, ditambah lagi dengan kondisi topografi wilayah yang cukup sulit,” jelasnya.
Untuk mengatasi krisis air di wilayah pesisir tersebut, PDAM Kukar telah menyiapkan dua skema solusi strategis. Yakni dengan menghubungkan jaringan pipa antara wilayah Samboja dengan Muara Jawa guna menambal kekurangan pasokan. Lalu menerapkan SPAM Regional: Untuk wilayah Muara Badak, pemenuhan kebutuhan air bersih masih menunggu progres dari SPAM Regional Marangkayu.
Suparno berharap seluruh target yang dicanangkan tahun ini bisa terpenuhi tepat waktu. Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mendukung kemajuan PDAM melalui kepatuhan dan kontribusi sebagai pelanggan.
“Kendala itu pasti ada, tapi bagaimanapun dengan dukungan seluruh masyarakat terhadap pertumbuhan pelanggan, kemajuan PDAM bisa tercapai. Harapan kami target ini bisa terpenuhi dengan maksimal,” tutupnya.
Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








