TENGGARONG – Kelangkaan gas LPG 3 kg atau gas melon semakin meluas di hampir seluruh kecamatan di Kutai Kartanegara (Kukar). Kondisi yang terjadi sejak pertengahan Januari 2026 ini memicu lonjakan harga yang sangat fantastis di tingkat pengecer, bahkan hingga menembus angka Rp50.000 per tabung.
Di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun, warga mengeluhkan harga yang biasanya Rp25 ribu–Rp30 ribu kini melambung dua kali lipat.
“Jika kami tak mendapatkan gas, terpaksa memasak pakai kayu bakar. Untuk beli tabung besar kami tidak punya biaya,” keluh Wahyudi, warga setempat, Selasa (10/2/2026).
Keluhan serupa datang dari warga Tenggarong yang mencurigai adanya permainan distribusi menjelang bulan suci Ramadan.
“Setiap jelang Ramadan pasti langka. Harganya pun tembus Rp45 ribu, sangat memberatkan kami,” ujar Reni.
Tak Ada Pengurangan Stok
Isu kelangkaan LPG yang sempat dikeluhkan masyarakat dalam beberapa hari terakhir mendapat klarifikasi dari pihak agen resmi. Admin Pertamina PT Nararya, Tawang Aji, menjelaskan bahwa secara teknis tidak ada pengurangan kuota pasokan dari Pertamina ke tingkat agen.
Permasalahan yang terjadi disebut bukan disebabkan oleh kebijakan pembatasan, melainkan adanya gangguan teknis di fasilitas pengisian milik Pertamina. Kerusakan pada alat pengisian tersebut membuat proses pengiriman ke agen mengalami keterlambatan dibandingkan jadwal normal.
PT Nararya memastikan stok LPG di tingkat agen sejauh ini masih dalam kondisi aman. Setiap bulan, agen tetap menerima pasokan sekitar 70.000 tabung sesuai kontrak yang telah ditetapkan sebelumnya.
Meski terjadi keterlambatan pengiriman akibat kendala teknis, distribusi ke pangkalan diklaim tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Tidak ada pengurangan jatah untuk masyarakat, hanya saja waktu penyaluran sempat bergeser dari jadwal semula.
Pemkab Gelar Operasi Pasar
Merespons jeritan masyarakat, Pemkab Kukar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) langsung mengambil langkah taktis. Plt Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, mengumumkan digelarnya operasi pasar massal.
Operasi pasar gas melon berlangsung pada periode 7-24 Februari 2026, tersebar di 24 titik di seluruh kecamatan se-Kutai Kartanegara.
“Ini adalah respons cepat kami bekerja sama dengan Pertamina untuk menekan harga di pasar dan memastikan masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan haknya,” tegas Sayid Fathullah.
Camat Tenggarong, Syukur Eko Budi Santoso, mengimbau agar para pedagang tidak melakukan aksi spekulasi dengan menimbun barang atau menaikkan harga secara sepihak di tengah kesulitan warga.
“Jangan manfaatkan kesempatan untuk mencari keuntungan sesaat. Juallah dengan batas wajar. Kami akan terus berkoordinasi dengan Disperindag untuk mencari solusi jangka panjang agar aktivitas rumah tangga warga tidak terhambat,” tutup Eko.
Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








