Belimbur yang Selalu Dinantikan Tiap Tahun

Prosesi belimbur pada Minggu (1/10) di Tenggarong. (Foto: Istimewa)
Prosesi belimbur pada Minggu (1/10) di Tenggarong. (Foto: Istimewa)

Tenggarong, Mediaetam.com – Perayaan belimbur tahun ini, tak  Rahmawati (32) lewatkan. Saban tahun sejak dia kecil, Rahmawati turut mengikuti prosesi penutupan Erau. Dia pun bersyukur, Erau tetap meriah dan warga bisa menaati titah kesultanan.

“Alhamdulillah, kita orang Kutai bisa merayakan adat kita. Jadi pengingat juga untuk kita. Sejauh saya lihat, semuanya senang dan belimbur sesuai aturan,” kata warga Tenggarong tersebut.

Setelah sepekan, prosesi Ngulur Naga dan Belimbur menandai puncak ritual Erau Adat Pelas Benua Kutai Kartanegara Tahun 2023 dihelat. Acara ini dipusatkan di halaman Keraton/Museum Mulawarman, Tenggarong, pada awal Oktober.

Prosesi Ngulur Naga dan Belimbur merupakan salah satu ritual sakral dalam upacara Adat Erau. Pada ritual ini, rombongan utusan Keraton Kutai Kartanegara Ing Martadipura akan mengarak sepasang replika naga laki dan naga bini untuk dilepaskan di Kutai Lama, Kecamatan Anggana.

Di jalan-jalan Kukar yang telah ditentukan, masyarakat saling menyiram air untuk membersihkan diri. Ada syarat dalam kegiatan adat ini yakni masyarakat yang disiram tidak diperkenankan untuk marah. Semuanya harus basah dan riang gembira yang diartikan dalam Belimbur adalah pembersihan diri.

Tubuh dari replika Naga Laki dan Naga Bini dilarung ke Sungai Mahakam di Kutai Lama. Sementara kepala dan ekor replika naga akan disemayamkan kembali di Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. (Advertorial)

Bagikan:

Pos terkait