Bupati Kukar Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila dengan Tema Perkokoh Ideologi Menuju Indonesia Raya

Bupati Kukar Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila dengan Tema Perkokoh Ideologi Menuju Indonesia Raya
Bupati Kukar Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila dengan Tema Perkokoh Ideologi Menuju Indonesia Raya

Tenggarong — Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, memimpin dengan khidmat Upacara Hari Lahir Pancasila yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Kukar. Upacara ini mengusung tema “Perkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya” sebagai wujud penguatan nilai-nilai dasar bangsa di tengah keberagaman.

Acara dimulai dengan pengibaran bendera merah putih yang penuh semangat, diikuti oleh barisan pasukan dari Kodim 0906/KKR, Polres Kukar, Satpol PP Kukar, BPBD Kukar, Damkarmatan Kukar, Dishub Kukar, serta unsur Forkopimda Kukar dan para pejabat di lingkungan Pemkab Kukar. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan komitmen bersama memperkuat spirit Pancasila sebagai perekat bangsa.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Bupati Edi Damansyah membacakan pesan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi. Ia mengingatkan bahwa tanggal 1 Juni bukan hanya sekadar peringatan sejarah, melainkan momentum krusial untuk meneguhkan kembali ikrar bangsa terhadap Pancasila sebagai pondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Yudian Wahyudi menegaskan, “Pancasila bukan hanya sebuah teks dalam pembukaan UUD 1945. Pancasila adalah jiwa dan panduan hidup seluruh rakyat Indonesia.” Ia menambahkan, ideologi ini menjadi rumah besar bagi keberagaman lebih dari 270 juta jiwa, yang tersebar dalam berbagai suku, agama, ras, budaya, dan bahasa.

Lebih jauh, Yudian Wahyudi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk merenungkan bahwa keberagaman bukanlah pemecah bangsa, melainkan kekuatan utama persatuan. Sila-sila Pancasila mengandung nilai-nilai luhur yang menuntun bangsa ini agar selalu bersatu, bergotong-royong, menegakkan keadilan sosial, serta menghormati martabat manusia.

Dalam konteks pembangunan nasional, ia menyoroti pentingnya agenda prioritas Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045, yang salah satunya menitikberatkan pada penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia. BPIP berkomitmen menjalankan berbagai program strategis, mulai dari pembinaan ideologi di pendidikan, pelatihan ASN dan aparat negara, penguatan kurikulum Pancasila, hingga kolaborasi lintas sektor untuk memastikan Pancasila dihidupi dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Upacara Hari Lahir Pancasila bukan hanya ritual seremonial,” tegas Yudian. “Ini adalah momen untuk memperkuat tekad dan menjadikan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar dalam setiap tindakan, kebijakan, dan perilaku kita.”

Selain itu, ia mengingatkan bahwa penguatan Pancasila memerlukan peran aktif semua elemen bangsa, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah, pejabat publik, tokoh agama, hingga generasi muda. Semua pihak harus menjadi pelaku utama dalam menghidupkan kembali semangat Pancasila.

Menutup sambutannya, Yudian Wahyudi berpesan, “Masa depan bangsa ini ada di tangan kita bersama. Jika ingin mewujudkan Indonesia Raya yang maju dan bersatu, maka Pancasila harus terus menjadi jiwa dan denyut nadi pembangunan nasional.”

Bagikan:

Pos terkait