Bupati Kukar Resmikan 3 Posyandu di Kota Bangun dan Kota Bangun Darat, Tekankan Pentingnya 1000 HPK

Bupati Kukar Resmikan 3 Posyandu di Kota Bangun dan Kota Bangun Darat, Tekankan Pentingnya 1000 HPK
Bupati Kukar Resmikan 3 Posyandu di Kota Bangun dan Kota Bangun Darat, Tekankan Pentingnya 1000 HPK

TENGGARONG – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terhadap peningkatan layanan kesehatan masyarakat kembali diwujudkan. Bupati Kukar, Edi Damansyah, meresmikan tiga Posyandu baru di dua kecamatan sekaligus: Kota Bangun dan Kota Bangun Darat, Senin (7/4), dengan menekankan pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) bagi tumbuh kembang anak.

Dalam kunjungan kerjanya, Bupati Kukar Edi Damansyah secara langsung memotong pita sebagai simbol peresmian tiga Posyandu, yaitu Posyandu Berseri I di Desa Kota Bangun 1, Posyandu Pinang Merah II di Dusun Sidomulyo Desa Loleng, dan Posyandu Belayan 1 di Desa Muhuran. Setiap Posyandu berdiri kokoh di atas lahan seluas 54 meter persegi, dan kini dilengkapi dengan fasilitas digital serta perlengkapan medis yang memadai.

Bacaan Lainnya

Didampingi oleh sejumlah pejabat daerah seperti Kadis PMD Arianto, Kadis Pertanian dan Peternakan Muhammad Taufik, serta Kadis Perkim M. Aidil, Edi juga menyerahkan makanan tambahan secara simbolis kepada balita. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PKK dan kader Posyandu yang terus bekerja keras memberikan pelayanan kesehatan, meskipun sebelumnya harus berjuang dengan fasilitas terbatas.

“Kalau dulu menimbang balita pakai sarung dan mengukur panjang badan dengan meteran kain, sekarang semua sudah berubah. Kita hadirkan fasilitas yang layak untuk mendukung kerja kader,” ujar Edi dalam sambutannya.

Pembangunan Posyandu tersebut merupakan bagian dari realisasi program Kukar Idaman yang diusung oleh pasangan Edi-Rendi. Tidak hanya membangun fisik gedung, Pemkab Kukar juga memastikan Posyandu memiliki sarana digital, kader yang terlatih, serta dana operasional dari anggaran desa.

Bupati Kukar Resmikan 3 Posyandu ini tidak hanya sebagai seremoni belaka. Melalui revitalisasi Posyandu, Pemkab Kukar berharap pelayanan kesehatan dasar bagi balita dan ibu hamil bisa ditingkatkan secara signifikan. Dalam kesempatan tersebut, Edi juga mengingatkan pentingnya 1000 HPK—periode emas yang tidak dapat diulang dalam tumbuh kembang anak.

“Di masa 1000 hari pertama inilah seluruh sistem tubuh anak mulai terbentuk. Mulai dari organ vital, sistem metabolik, hingga daya tahan tubuh. Ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak kita,” tegasnya.

Bupati Kukar Resmikan 3 Posyandu bukan hanya sekadar agenda pembangunan infrastruktur, tapi juga merupakan langkah konkret mempercepat penanganan stunting, mencegah gizi buruk, serta mendukung program kesehatan nasional secara menyeluruh.

Di akhir acara, Edi mengajak seluruh masyarakat untuk aktif menggunakan hak pilih mereka dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada Sabtu, 19 April 2025 mendatang.

“Gunakan hak suara dengan bijak. Jangan golput, karena suara Anda menentukan masa depan daerah,” pesannya kepada warga.

Dengan diresmikannya tiga Posyandu ini, diharapkan kualitas layanan kesehatan di wilayah pedesaan Kutai Kartanegara semakin merata dan optimal. Masyarakat kini memiliki akses yang lebih baik terhadap pelayanan kesehatan dasar yang modern, terintegrasi, dan menyeluruh.

Bagikan:

Pos terkait