Camat Tenggarong Seberang, Tego, memaparkan strategi pengembangan pertanian dan pengelolaan sampah untuk mendukung wilayahnya dalam menghadapi perubahan besar menuju Ibu Kota Negara (IKN). Tenggarong Seberang, yang menjadi salah satu pemasok bahan pangan untuk Kutai Kartanegara, berperan penting dalam menyuplai kebutuhan IKN yang diproyeksikan dihuni hingga 5 juta orang.
Tego menjelaskan bahwa wilayahnya saat ini menyuplai 24 persen kebutuhan padi di Kutai Kartanegara. Program peningkatan produktivitas pertanian telah dilakukan dengan memanfaatkan mekanisasi mesin, pengelolaan air, serta distribusi pupuk dan bibit. Selain itu, sektor peternakan seperti kambing dan ikan juga terus digalakkan melalui kelompok tani di berbagai desa.
“Dari program yang kami jalankan, mulai dari mitigasi lahan, distribusi pupuk, hingga mekanisasi, semuanya sudah kami laksanakan secara maksimal,” ujar Tego.
Namun, tantangan terbesar adalah menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Mayoritas petani di Tenggarong Seberang saat ini berusia di atas 50 tahun. Oleh karena itu, pihak kecamatan berupaya mengubah pola pikir anak muda dengan mempromosikan konsep petani milenial yang lebih modern dan menguntungkan.
Selain masalah tenaga kerja, Tego juga menyoroti ancaman hama tikus yang merusak tanaman, terutama jagung. Solusinya melibatkan kerja sama dengan Dinas Pertanian dan PT Kitadin untuk distribusi racun tikus serta mendorong pembukaan lahan secara serentak guna mengurangi dampak serangan hama.
Di sisi lain, pengelolaan sampah menjadi fokus lain Tego. Saat ini, sampah dari zona bawah wilayah Tenggarong Seberang diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan dibuang ke TPA Bekotok. Namun, rencana jangka panjangnya adalah membangun Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di Tenggarong Seberang untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah dan menekan biaya operasional.
“Kami juga terus menyosialisasikan kepada masyarakat pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan menanamkan kesadaran pengelolaan sampah yang baik sejak usia dini,” kata Tego.
Dengan langkah-langkah ini, Camat Tenggarong Seberang optimistis wilayahnya siap mendukung kebutuhan pangan dan pengelolaan lingkungan yang menjadi bagian dari persiapan menuju IKN. (Nur Fadillah Indah/Mediaetam.com)








