Capai Omset Rp 27 Juta Sebulan, Produk Guleku Sukses Dongkrak Harga Jual Gula Aren  

Produk Guleku dari Desa Tuana Tuha. (Foto Istimewa)
Produk Guleku dari Desa Tuana Tuha. (Foto Istimewa)

Mediaetam.com, Kukar – Terkenal sebagai daerah penghasil gula aren, Desa Tuana Tuha, Kecamatan Kenohan capai omset Rp 27 juta perbulan.

Diketahui, sejak 2020 pelaku Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Tuana Tuha berhasil mengeluarkan produk turunan berupa gula semut. Produk tersebut diberi nama dengan Guleku, yang memiliki 4 varian yakni Gula semut Original, Jahe Merah, Jahe Putih, hingga Cemilan Gula Kelapa.

“Semua produk ini sudah mengantongi perijinan seperti NIB, PIR-T, dan sudah ada label halalnya. Untuk harga jualnya itu berkisar dari 45 hingga 50 ribu per-kilogram (Kg),” ungkap Kepala Desa Tuana Tuha, Tommy. Selasa, (9/5/2023).

Hal ini menunjukkan bahwa inovasi gula aren tersebut efektif dalam mendongkrak harga jual gula aren, yang dari gula batangan dengan harga pasarannya sekitar Rp 28 ribu per-Kg, menjadi Rp 45 hingga 50 ribu per-Kg.

Dikatakannya, untuk pemasaran dan penjualan produk Guleku, pihaknya melakukan kerjasama dengan Dinas Perkebunan (Disbun) yang kemudian diual ke hotel-hotel dan dikirim juga ke reseller atau toko-toko kelontong.

Selain itu, pihaknya juga sedang berupaya untuk memasukan produk Guleku ke Mini Market dan Perusahaan yang ada disekitar Desa Tuana Tuha, guna meningkatkan omset penjualan.

“Dalam waktu sebulan omset penjualan Guleku ini bisa mencapai Rp 27 juta. Mudah-mudahan nanti bisa dipasarkan melalu mini market dan perusahaan di sekitar desa. Kemarin kami sudah coba komunikasi dan masih dalam tahap pertimbangan,” tuturnya.

Tommy berharap nantinya ada pihak ketiga yang bisa membeli produk dan perusahaan-perusahaan yang dulunya mengkonsumsi gula putih bisa berali mengkonsumsi gula merah atau gula semut. Karena dari segi kesehatan gula semut lebih bagus dan sehat. (Indah Hardiyanti)

Bagikan:

Pos terkait